Lombok Post
Pendidikan

SMPN 1 Narmada Bantah Ada Pungli

wali murid
DIKERJAKAN : Ratusan siswa baru SMPN 1 Narmada usai melaksanakan salat Zuhur di Musala sekolahnya, kemarin (27/7).

GIRI MENANG a�� SMPN 1 Narmada membantah adanya pungutan liar (pungli) kepada wali murid. Mereka hanya diminta untuk menyumbang untuk pembangunan musala sekolah.

a�?Kami tak pernah melakukan pungutan, kami hanya minta wali murid menyumbang untuk Musala. Besaran sumbangan tergantung wali murid,a�?kata Kepala SMPN 1 Narmada H Badri, kemarin.
Diberitakan sebelumnya, wali murid baru dikenakan biaya Rp 500-Rp 800 ribu. Wali siswa pun mengeluhkan adanya sumbangan ini. Sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang sistem pendidikan kepala sekolah dilarang melakukan pungutan.

Badri mengungkapkan, sumbangan dikeluarkan wali murid sifatnya tidak wajib dan tidak dipatok Rp 500 ribu. Sekolah tidak menentukan besaran sumbangan.

a�?Sumbangan wali murid tak ditentukan besarannya, buktinya ada wali murid yang menyumbang Rp 25 ribu, Rp 100 ribu. Sumbangan ini bervariasi,a�?akunya.

Diungkapkan, sumbangan wali murid siswa baru sifatnya tidak mengikat. Orangtua tak wajib menyumbang ke sekolah.

a�?Tidak nyumbang gak apa-apa,a�?sambungnya.
Badri mengatakan, sumbangan wali murid akan diperuntukkan untuk pembangunan m diminta oleh komite sekolah. Ada 403 siswa baru diterima di sekolah, baru 17 persen sudah memberi sumbangan.
Karena ini tidak ditentukan, wali murid tidak bisa dipaksa untuk menyumbang dengan besaran yang ditentukan.

a�?Bisa bilang wali murid mana yang sumbangan dipaksa,a�?tantangnya.
Saat ini dana yang sudah terkumpul untuk sumbangan musala Rp 21 juta dikelola komite sekolah untuk pembangunan Musala. Sudah bertahun-tahun musala di sekolahnya belum bisa dimanfaatkan siswa.

a�?Maka sejak memimpin sekolah saya ingin tempat ibadah bisa rampung tahun ini dengan sumbangan wali murid,a�? terangnya.

Ditambahkan, sejak memimpin SMPN 1 Narmada ia tak lagi menerapkan pembelajaran double shift. Biasanya sekolah menerima siswa baru 14 rombel, sekarang hanya menerima delapan sampai sembilan rombel.

a�?Ini kami lakukan untuk menekan double shift,a�?urainya.
Sementara Waka Kesiswaan SMPN 1 Namrmada Ahmad Tupaili menegaskan uang sumbangan dikeluarkan wali murid tak pernah dipaksakan. Orangtua mau nyumbang atau tidak terserah mereka. Namun sekolah tidak menekan biaya dikeluarkan.

a�?Kami malah sangat bersyukur guru tak masuk siang,a�?katanya. (jay/r13)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost