Lombok Post
Metropolis

Wali Kota Diprotes

wali kota
BERI APRESIASI: Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyampaikan sambutannya di acara silaturrahmi sekaligus pengukuhan FKSPP Kota Mataram di Ponpes Al Amin, Pejeruk, kemarin.

MATARAMA�– Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh bersama wakilnya H Mohan Roliskana kemarin hadir dalam pengukuhan Forum Kerjasama Pondok Pesantren (FKSPP) Kota Mataram. Dilaksanakan di Ponpes Al Almin Pejeruk Ampenan, pengukuhan ini dihadiri tokoh agama dan beberapa pendiri pondok pesanatren yang ada di Kota Mataram maupun luar Kota Mataram.

Hadir juga TGH Safwan Hakim selaku Ketua FKSPP Provinsi NTB yang juga pendiri Ponpes Nurul Hakim, Kediri. “Melalui kegiatan ini kami berharap ke depan peran pemerintah terus membina pondok pesantren. Karena, dengan sistem yang ada, jika tidak mendapat perhatian, akan sangat memberi pengaruh terhadap peran serta ponpes dalam pembangunan sumber daya manusia,” terang TGH Abdul Hamid Faisal, Pendiri Ponpes Al Amin.

Dijelaskan, sistem pendidikan yang ada seperti saat ini kurang memihak pada sekolah swasta, dalam hal ini termasuk pondok pesantren. Misalnya saja dengan adanya sistem Bina Lingkungan, warga berbondong-bondong menyekolahkan putra-putri mereka ke sekolah negeri dan sekolah umum.

Oleh karenanya, peran pemerintah untuk turut campur dalam membuat kebijakan dibutuhkan. Agar nasib pondok pesantren dan sekolah swasta juga ikut mendapat perhatian.

Menaggapi hal itu, H Ahyar Abduh mengatakan, kehadiran pondok pesantren telah memberi dampak besar terhadap kemajuan pembangunan di Mataram. Sebab, banyak lulusan pondok pesantren yang kemudian hadir menjadi pemimpin dan figur penting di Kota Mataram.

“Kita lihat banyak produk pondok pesantren yang menjadi pemimpin di setiap daerah, Provinsi bahkan di tingkat nasional. Saya sendiri merupakan cetakan pondok pesantren,” jelasnya.

Untuk itu, ia pun mengaku akan terus berupaya memberikan perhatian serius dalam pengembangan dan pembinaan pondok pesantren melalui penganggaran di APBD Kota Mataram.

“Memang sekarang ini akibat sistem yang ada berpengaruh terhadap pondok pesantren. Ini bukan hanya terjadi di Kota Mataram, melainkan di tingkat nasional,” paparnya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus berupaya mendorong dan memberi dukungan terhadap pengembangan dan keberadaan pondok pesantren di Kota Mataram. Karena kehadiran pondok pesantren dirasakan menjadi aspek penting yang mendorong visi Kota Mataram sebagai kota yang Maju, Religius dan Berbudaya. (ton/r8)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost