Lombok Post
Metropolis

Kangkung Sepanjang Kali Jangkok

kali jangkok
ilustrasi kangkung/foto/www.beautyofindonesia.com

MATARAM boleh berbangga hati dengan memilki sebuah aliran kali yang banyak memberi fungsi serta manfaat terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakatnya. Salah satu manfaatnya hingga saat ini adalah Kali Jangkok telah menjadi sebuah ladang panjang untuk bercocok tanam yang menghasilkan.

Kali Jangkok yang membelah Kota Mataram dengan daerah-daerah kecil di sekitarnya ternyata memiliki banyak keunikan tersendiri. Selain berfungsi sebagai aliran air dan irigasi, Kali Jangkok juga terkenal dengan menjamurnya tumbuhan sayur jenis kangkung yang ditanam oleh masyarakat Mataram dan sekitarnya.

Kangkung yang tumbuh di sepanjang aliran sungai ini telah lama dikenal sebagai kangkung yang memiliki bentuk dan citarasa yang unik jika dibandingkan dengan kangkung dari luar Pulau Lombok. Rasanya yang gurih dan renyah menjadikan kangkung ini akhirnya tetap dilestarikan oleh masyarakat di sepanjang sungai.

Beberapa di antara petani kangkung sengaja membudidayakan tanaman ini karena permintaan pasar yang tinggi. Tak jarang dari mereka yang sudah bertahun-tahun secara turun temurun menjadikan bercocok tanam kangkung sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.

Selain itu, kangkung yang tumbuh merambat dan berbaris rapi di sepanjang Kali Jangkok ini juga memiliki bentuk yang sedikit berbeda dengan kangkung-kangkung dari daerah lain.

Kangkung khas Kali Jangkok memiliki ruas daun yang lebih lebar serta memiliki tangkai yang panjang dan besar. Perbedaan bentuk pada kangkung ini dikarenakan tumbuh di atas air yang mengalir dan tanpa pupuk ataupun menggunakan penyubur tumbuhan yang memiliki kandungan kimiawi.

Petani kangkung biasanya memanen tanamannya setiap hari pada waktu pagi hari. Hasil panen kangkung umumnya dijual ke pasar tradisional terdekat atau terkadang dibawa pulang ke rumah untuk dikonsumsi sendiri.

Namun tidak jarang juga petani kangkung yang memanen dalam jumlah yang banyak. Biasanya petani kangkung yang seperti ini telah mendapat pesanan rutin dari langganannya masing-masing. Mulai dari warung sederhana hingga restoran berkelas menggunakan kangkung ini sebagai salah satu sajian andalan mereka.

Jika Anda menelusuri kawasan pinggiran Kali Jangkok pada pagi hari, maka dengan sangat mudah Anda menemui petani-petani yang sedang memetik kangkung untuk dijual atau dibawa pulang ke rumah.

Karena keunikan bentuk dan citarasa ini juga lah yang membuat kangkung Kali Jangkok menjadi terkenal di belahan Nusantara. Dari kangkung inilah, makanan khas Pulau Lombok dibuat. Kangkung adalah bahan dasar utama dalam pembuatan dan penyajian kuliner khas Sasak yaitu Plecing Kangkung.

Nama makanan khas plecing kangkung sudah tidak diragukan lagi kelezatannya. Bahkan telah menjadi buruan pecinta kuliner se-Nusantara.

Kangkung yang tumbuh di sepanjang Kali Jangkok ini juga telah menjadi komoditi kuliner dan dikirim ke beberapa kota besar di Indonesia. Bahkan kangkung ini telah merambah ke beberapa negara luar seperti Malaysia, Jepang dan Australia serta beberapa negara lainnya.

Kepuasan para wisatawan yang dulunya sempat mencicipi lezatnya kangkung ini akhirnya mereka membuka usaha rumah makan atau restoran yang menyajikan plecing kangkung. Demi menjaga citarasa dan keaslian makanan khas Lombok ini, mereka tetap menggunakan kangkung Kali Jangkok dan sekitarnya sebagai bahan dasar utama dalam pembuatan plecing kangkung di daerahnya masing-masing.

Namun akan sangat berbeda jika Anda menyantap sajian istemewa khas Pulau Seribu Masjid (julukan Pulau Lombok) ini di tempat asalnya dibandingkan di luar daerah asalnya. Bukan hanya itu, selain bisa menikmati secara langsung sajian makanannya, di Kota Mataram ini Anda juga berkesempatan melihat secara langsung bagaimana kangkung-kangkung tersebut dibudidayakan di sepanjang Kali Jangkok.

Mungkin Anda juga tertarik ingin mencoba memetik sendiri kangkung-kangkung tersebut dan terlibat langsung dalam proses pembuatan kuliner plecing kangkung? Segera siapkan diri Anda untuk mengunjungi daerah-daerah di sepanjang Kali Jangkok. (sir/*/r8)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost