Lombok Post
Politika

Koalisi a�?Es Campura�? Pilkada 2015 (2-habis)

pilkada
BACA : Empat Petarung Bertemu Lagi

PETA politik di Lombok Tengah akhirnya terjawab, setelah bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati dari partai politik (parpol), serta perseorangan mendaftarkan diri mereka ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Awalnya, merebak berbagai isu hingga meyakinkan publik, bahwa mereka pasangan yang tidak terpisahkan.

Sebut saja, pasangan incumbent HM Suhaili FT yang meyakinkan publik tetap berpasangan dengan HL Normal Suzana atau paket Maiq Meres jilid II. Mereka pun menyebutkan diri mereka masing-masing, sebagai pasangan abadi.

Dibuktinya dengan foto mesra mereka berdua dan pernyataan yang dimaksud. Hal itu ditunjukkan kepada publik pada 9 Maret lalu, saat mereka menghadiri acara musrembang kabupaten yang dilaksanakan di aula IPDN. Kala itu, Suhaili yakin Golkar bisa digunakan sebagai kendaraan politik.

Seiring perkembangan waktu, dualisme kepempimpinan Golkar di tingkat pusat membuat Suhaili gamang. Berkali-kali dirinya berangkat ke Jakarta untuk memastikan kursi Golkar aman untuk keberlangsungan paket Maiq Meres jilid II. Sayangnya, pimpinan ditingkat pusat berkata lain. Hingga, peta politik pun berubah.

Dia pun diberikan pilihan berat, untuk meninggalkan rekan seperjuangannya tersebut. Sejumlah tokoh parpol pun berdatangan menawarkan diri menggunakan kendaraan partainya masing-masing. Dengan catatan, Suhaili harus menerima pendamping dari partai bersangkutan.

Mereka diantaranya, Lalu Sudiartawan dan Zainul Aidi dari Partai Demokrat. Kemudian, HL Pathul Bahri dari Gerindra dan HL Arif Rahman Partai Bulan Bintang (PBB). Muncul juga nama Ruslan Turmuzi dari PDI Perjuangan serta Burhanudin dari Hanura. Kendati demikian, publik tetap berharap Suhaili berdampingan dengan Normal.

Mendekati proses pendaftaran Suhaili tidak pernah menyebutkan nama siapa pendamping yang sesungguhnya. Alhasil, isu merebak bahwa dia berpasangan dengan HL Pathul Bahri. Isu itu pun akhirnya terjawab, setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendeklarasikan dukungan paket Suhaili-Fathul, sampai kemudian PKS bersama Gerindra mengantarkan mereka mendaftarkan diri ke KPU Minggu (26/7).

a�?Setelah ditinggal adinda Suhaili, saya tidak kecewa atau sakit hati. Yang jelas, saya tetap melanjutkan perjalanan birokrasi saja, dari pada berpolitik,a�? kata Wakil Bupati HL Normal Suzana pada Lombok Post, kemarin (28/7).

Karena dirinya tidak digandeng Suhaili, lagi-lagi nama orang nomor dua di Gumi Tatas Tuhu Trasna diisukan berpasangan dengan TGH Lalu GdeAli Wirasakti Amir Mirni atau akrab disapa GdeSakti. Merebak isu paket tersebut diberi nama Sakral atau Sakti-Normal. Namun, ternyata Normal komit dengan pendirian awal.

a�?Sejak awal, saya tidak akan maju dalam pilkada ini, kalau tidak berpasangan dengan adinda Suhaili. Jangankan berkomunikasi, bertemu muka saja dengan GdeSakti tidak pernah,a�? katanya.
Teka-teki pasangan GdeSakti juga akhirnya terjawab, setelah dia mendaftarkan diri ke KPU Senin (27/7). Pasangannya adalah pengusaha sukses Lalu Wira Jaya. Paket Sakti-Jaya itu pun diusung dan didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), NasDem dan Hanura.

Suasana politik senyap justru dilakukan balon Bupati HL Suprayatno atau akrab disapa Gde Drip. Diam-diam, dia ternyata memborong parpol yang menguasai kursi di DPRD Loteng. Dia pun langsung menunjuk sekretaris DPD Demokrat NTB Zainul Aidi sebagai wakil bupatinya.
Pasangan Gde Drip-Zainul itu diusung dan didukung Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), PDI Perjuangan dan PKPI. Dua parpol lainnya yaitu Golkar sebanyak sembilan kursi dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lima kursi ketinggalan kereta. Mereka tidak diperkenankan mengusung, apalagi mendukung balon bupati maupun wakil bupati.

Ketiga pasangan dari parpol itu merupakan lawan politik pada Pilkada tahun 2010 lalu. Mereka kembali bertemu dan bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu dan dua di Loteng. Satunya lagi adalah, HL Wiratmaja atau lebih dikenal Mamiq Ngoh. Mantan bupati periode 2005-2010 itu memutuskan maju dalam perhelatan politik tahun ini.

Dia pun memilih akademisi handal dibidang kesehatan yaitu Badrun Nadianto. Nama paketnya adalah JADI. Mereka mendaftarkan diri pada detik-detik terakhir penutupan pendaftaran KPU kemarin. Urusan syarat dukungan dan dokumen, dipastikan lengkap. Mereka pun siap bertarung.
Pertemuan empat rival pilkada di tahun 2010 pun terulang kembali. Mereka adalah, Suhaili, GdeSakti, Gde Drip dan Mamiq Ngoh. Bedanya, mereka memilih pasangan baru atau tidak mempertahankan pasangan sebelumnya di tahun 2010, termasuk soal dukungan. Keempat tokoh besar Loteng itu juga, tetap mempertahankan posisi sebagai calon bupati. Bukan calon wakil bupati.

Sementara pendatang barunya adalah calon perseorangan H Suharto-Hj Lale Widare atau paket Lailatul Qadar dan Kurniawan-Mahdan atau paket Kurma. Syarat dukungan dan dokumen, dipastikan cukup dan lengkap, sehingga diperkirakan jumlah calon bupati dan wakil bupati pilkada tahun ini sebanyak enam pasangan, atau berkurang dibandingkan pilkada tahun 2010 sebanyak sembilan pasangan.

Akankah pilkada tahun 2010 terulang kembali. Jawabannya ada diseluruh masyarakat Loteng, yang memilih siapa calon bupati dan wakil bupati untuk lima tahun kedepan.

a�?Prinsipnya, kami sebagai penyelenggaran pemilu tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Tidak ada yang ditutup-tutupi,a�? kata ketua KPU Loteng Ary Wahyudi.

Dikatakannya, pendaftaran calon dilaksanakan selama tiga hari terhitung pada 26-28 Juli. Selanjutnya, calon melaksanakan tes kesehatan 26 Juli-1 Agustus. Lalu, penetapan pasangan calon pada 24 Agustus mendatang dan pengundian nomor urut pasangan calon pada 25-26 Agustus mendatang.

Kampanye dibuka pada 27 Agustus-5 Desember, masa tenang pada 6-8 Desember dan pemilihan pada 9 Desember secara serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB yang menyenggelarakan Pilkada. a�?Mari kita kedepankan kondusifitas daerah, dengan tetap menjaga keamanan dan kedamaian,a�? kata Ary.(fat/dss/puj/jar/r7)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost