Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Lima Partai Bakal Jadi Penonton

Ilustrasi Pilkada/foto: jpnn.com

BIMA – Fenomena politik Pemilukada serentak di Kabupaten Bima kian memanas. Bahkan diprediksi dua pasangan balon yang diusung masing-masing kubu Golkar, terancam terpental sebagai kontestan. Begitupun sejumlah parpol pendukung yang berkoalisi dengan masing-masing kubu Golkar, bakal menjadi penonton.

Seperti partai Hanura dan Gerindra yang bekoalisi dengan Golkar kubu Aburizal Bakhrie (ARB). Sedangkan Golkar kubu Agung Laksono (AL) berkoalisi dengan PKS.

Tidak ketinggalan juga PPP yang ikut berkoalisi mengusung Drs H Syafrudin. Meski administrasi pendaftaran pasangan balon Drs H Syafrudin HM Nur dan Maskur (Syukur) di KPU tidak menuai masalah. Namun PPP tidak terdaftar sebagai partai pengusung paket tersebut. Karena antara dua kubu PPP tidak mengajukan calon yang sama.

Dengan begitu, PPP, Golkar, PKS, Gerindra dan Hanura bakal jadi penonton. Hal tersebut mencuat setelah berkas pendaftaran kedua pasangan balon dari Golkar kubu ARB pada Senin (27/7) lalu ditolak KPU.

Hal yang sama juga dialami oleh Golkar AL, dengan mengusung H Ahamd H Abbas dan Wahyudin sebagai calon, juga ditolak KPU.

PKS yang mendukung Golkar kubu AL membenarkan jika pendaftaran paket calon yang diusung telah ditolak.

Ketua DPD PKS Kabupaten Bima, Ilham Yusuf SH mengatakan, penolakan itu disebabkan tidak ada rekomendasi dari partai Golkar kubu ARB. Karena mereka hanya mengantongi rekomendasi dari Golkar kubu AL sebagai partai koalisi.

“Karna tidak ada rekomendasi dari kedua kubu Golkar, berkas pendaftaran kita dikembalikan KPU,” akunya.

Kendati demikian, pihaknya telah mengingatkan KPU setempat. Kata dia, jika daerah lain ditemukan mengusung pasangan dengan SK salah satu kubu, PKS mengancam untuk menggungat KPU.

“Kalau aturan ini hanya berlaku di Bima saja, maka kita akan gugat KPU,” tandasnya.

Apakah PKS akan menjadi penonton dalam Pemilukada 2015? Ilham enggan berkomentar banyak. “Kita lihat saja nanti. Begitupun sikap selanjutnya, akan dipastikan setelah penutupan pendaftaran oleh KPU,” pungkasnya. (mch/r9)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post