Lombok Post
Metropolis

LTSP Diserbu Calon TKI

LTSP
MEMBLUDAK: Para TKI yang mudik lebaran menunggu di kantor LTSP NTB, kemarin. Mereka mengurus KTKLN sebagai syarat untuk kembali bekerja di luar negeri usai lebaran.

MATARAM – Usai lebaran, Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) dipadati para calon TKI. Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang selesai cuti di kampung halaman, berbondong-bondong datang untuk mengurus Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

a�?Terutama minggu ini, setelah lebaran topat, jumlah TKI yang datang mengurus KTKLN jauh lebih banyak,a�? kata Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB H Zenal.

Pada hari normal, jumlah TKI yang datang mengurus KTKLN biasanya hanya sekitar 50 orang per hari. Namun, pada pekan setelah lebaran ini, LTSP NTB dikunjungi 100 hingga 150 orang per hari.

Disnakertrans NTB menyebut jumlah TKI yang mudik pada lebaran tahun ini memang tidak terlalu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yakni sekitar 10.000 orang.

Dijelaskan, pengurusan KTKLN memang wajib bagi para TKI yang ingin kembali ke tempat mereka bekerja. Untuk mendapatkan KTKLN ini, harus melengkapi beberapa persyaratan seperti surat keterangan dari majikan bahwa dia pulang cuti.

Zaenal memastikan bahwa pengurusan ini sama sekali tidak dipungut biaya. TKI hanya perlu membayar biaya untuk pemeriksaan kesehatan yang berkisar antara Rp 100 ribu. Kemudian membayar biaya asuransi sebesar Rp 170 ribu untuk satu tahun atau sebesar Rp 290 ribu untuk asuransi dua tahun.

Namun, Zaenal sendiri tak menampik ada beberapa TKI yang justru membayar seluruh pengurusan tersebut jauh lebih mahal dari biasanya. Bahkan, ada yang sampai dikenakan biaya jutaan rupiah. Ini tak lain diakibatkan kelakuan para calo yang hendak menarik keuntungan.

a�?Kadang ada TKI yang ditarik biaya sampai Rp 1 juta,a�? katanya.

Namun, Zaenal meyakinkan bahwa praktik calo itu sendiri tidak terjadi di sekitar LTSP. Ia menjamin dengan pengawasan yang ada sejauh ini, LTSP bebas dari praktik calo. a�?Pengawasan sudah ketat. Setiap hari juga sudah ada anggota Sat Pol PP yang memantau,a�? katanya.

a�?Calo itu justru langsung ke rumah-rumah TKI. Jadi mereka yang datang menguruskan KTKLN,a�? lanjut Zaenal.

Ia pun tak menampik bahwa hal ini sulit untuk diawasi. Pihaknya hanya bisa mengimbau agar para TKI datang sendiri ke LTSP untuk mengurus dokumen yang dibutuhkan. a�?Jangan mengurus lewat pihak lain. Lebih baik datang langsung karena biaya gratis,a�? imbaunya. (uki/r12)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost