Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

PHRI Sambut Penurunan TDL

SUTET

MATARAM – Rencana pemerintah menurunkan tarif dasar listrik (TDL) termasuk golongan B3 (kategori bisnis besar), disambut positif Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) NTB dan sejumlah pelaku hotel lainnya. Rencananya PT PLN (persero) berencana menurunkan TDL untuk daya 2.200 VA ke atas pada Agustus 2015.

Ketua PHRI NTB I Gusti Lanang Patra mengatakan, kebijakan ini akan menguntungkan perhotelan. Karena menjadi penyeimbang dengan kondisi perekonomian yang melambat apalagi nilai mata uang dalam negeri terus tertekan.

a�?Biaya operasional perhotelan yang bersumber dari listrik, sedikit banyaknya bisa membuat kami pelaku bisnis mampu melakukan pengaturan bisnis kembali,a�? terangnya pada Lombok Post, kemarin(28/7).

Menurut Lanang, walau persentase penurunan TDL ini tidak signifikan, namun sangat berarti. Apalagi mengingat biaya listrik dalam bisnis perhotelan sangat tinggi.

a�?Bisa saja adanya penurunan, biaya kamar atau lainnya menjadi berkurang tetapi ini tergantung hotel itu sendiri,a�? paparnya.

Lanang berharap, penurunan TDL kategori rumah tangga, juga mampu menstimulus peluang adanya penghematan untuk menggerakkan roda ekonomi secara makro. Serta dalam kebijakan ini, pemerintah tidak menambah beban baru dengan menurunkan tarif. Namun telah ada rencana lain yang menyusul untuk menaikkan lebih dari persentase angka yang diturunkan.

GM Hotel Jayakarta Lombok Cherry Abdul Hakim turut mendukung rencana penurunan TDL ini. Dengan adanya penurunan biaya listrik, maka nominal dari biaya pengurangan tersebut bisa dialihkan untuk hal-hal lain, seperti pemeliharaan ataupun perbaikan fasilitas hotel.

GM Hotel Santika Mataram Reza Bovier mengaku, penurunan TDL membuat pihaknya bisa bernafas, karena terjadi pengurangan biaya operasional. Walau demikian untuk diikuti dengan penurunan harga kamar, masih belum bisa dilakukan.

a�?Tidak serta merta harga langsung turun, harga diatur setahun sekali dan ada jarak harga saat menemui low dan high season,a�? terang Reza.

Untuk Hotel Santika Mataram, diakui berupaya hemat listrik, tanpa mengurangi kenyamanan tamu hotel. Antara lain mengganti lampu dengan LED, menyalakan AC setengah jam sebelum acara dimulai dan dimatikan setengah jam sebelum acara berakhir, serta pemadaman lampu di kolam renang setelah pukul 11 malam.
a�?Kemudian konsep hotel juga harus terbuka dengan alam agar udara segar masuk,a�? paparnya.

Dengan langkah penghematan ini, pihaknya mengeluarkan biaya operasional untuk listrik berkisar 5 hingga 7 persen. Di bandingkan tahun-tahun sebelumnya, Hotel Santika Mataram harus menggelontorkan biaya listrik hingga Rp 5 juta per hari, kini bisa mencapai Rp 4 juta per hari dalam posisi tingkat hunian 80 persen.

a�?Yang penting niat kita mau berhemat, dan peduli lingkungan,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost