Lombok Post
Tanjung

Pipa Butut Mengering dan Sumur Bor Miskin Air jadi Saksi

Kekeringan menjelma menjadi musuh yang menakutkan di Lombok Utara. Silih berganti permintaan air bersih kini masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat. Merata. Pelosok KLU kini mulai menjerit minta pasokan air bersih.

KEKERINGAN itu bahkan sudah dirasakan warga dalam tiga bulan terakhir. Tak kecuali di Desa Sigar Penjalin. Di sana, ada empat dusun yang menjadi yang sudah dilanda kekeringan parah. Yakni Dusun Rangsot Barat, Dusun Rangsot Timur, Dusun Murpayung, dan Dusun Sanggarsari.

Repotnya, dusun-dusun itu terletak di tempat terpencil. Menjadikan memasok air dengan mobil tangki ke sana benar-benar menjadi tantangan tak mudah.

a�?Setiap tahun empat dusun ini memang menjadi langganan kekeringan. Air bersih pada musim kemarau memang menjadi salah satu masalah di sini,a�? ujar Kepala Desa Sigar Penjalin Harun Rajab.

Pihaknya pun sudah menyampaikan surat permintaan droping air kepada pihak BPBD Lombok Utara dan bantuan air bersih pun sudah disalurkan. a�?Sudah sejak seminggu sebelum lebaran mulai disalurkan BPBD dan pemangku kepentingan terkait,a�? katanya.

Kekeringan di empat dusun tersebut terasa makin parah. Pasalnya, saat ini perpipaan yang ada sudah tak bisa lagi diandalkan. Pipa itu mengalirkan air dari Kali Serawan yang ada di Desa Tegal Maja. a�?Sumber air kita memang ada di sana,a�? ungkapnya.

Itu sebabnya, warga menutut perbaikan pipa dari pemerintah. Pipa-pipa kecil yang disiapkan masyarakat, harusnya diganti dengan pipa lebih besar. Sehingga debit air bisa stabil.

a�?Usulan ini sudah diproses. Katanya sudah ada proyek perbaikan pipa untuk dua desa yakni Desa Medana dan Desa Sigar Penjalin,a�? ungkapnya.

Selain perbaikan pipa, pemerintah sebetulnya kata Rajab sudah membangun sumur bor di sana. Namun, nyatanya sumur bor itu justru belum dimanfaatkan maksimal. Karena volume air dari sumur tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan air di empat dusun yang dihuni 500 kepala keluarga tersebut.

Dikatakan Rajab, kekeringan yang terjadi di Desa Sigar Penjalin hanya berdampak bagi kebutuhan air bersih sehari-hari masyarakat. Sedangkan untuk kawasan pertanian dirasa tidak terlalu berdampak, pasalnya lahan pertanian yang ada tidak luas. a�?Saat ini lahan pertanian yang dimiliki warga juga tidak ditanami. Warga membiarkan rumput berkembang, karena akan dijual ke tiga gili sebagai pakan ternak,a�? ungkapnya.

Kekeringan yang terjadi di Lombok Utara juga mendapat perhatian khsusus dari TNI. Terpisah Danramil Tanjung Kapten Raden Sugondo mengungkapkan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada babinsa di tiap desa untuk memantau kekeringan yang terjadi.

Hal ini dilakukan agar masyarakat yang terkena dampak kekeringan bisa ditangani dengan cepat. a�?Babinsa tetap aktif memantau, kalau ada masyarakat yang melapor butuh air kami langsung koordinasi dengan BPBD,a�? katanya.

Diungkapkannya, droping air di Desa Sigar Penjalin memang cukup sulit. Pasalnya jalan menuju keempat desa tersebut masih terjal dan berbatu, sehingga truk tangki cukup kesulitan saat melewatinya.

a�?Jalannya memang masih sulit dilalui, tetapi bantuan tetap dikirimkan BPBD. Tiap dusun mendapat jatah satu truk tangki air dengan kapasitas 5 ribu liter,a�? tandasnya. (r12/*)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost