Lombok Post
Headline Pendidikan

Ruang Guru Jadi Ruang Kelas

Ruang Kelas
DISULAP: Ruang laboratorium SMPN 4 Narmada, Lobar, disulap menjadi ruang kelas pada tahun ajaran baru tahun 2015.

GIRI MENANG – Membeludaknya peserta didik baru membuat SMPN 4 Narmada tidak bisa menerapkan standar pendidikan maksimal (SPM) sesuai petunjuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar. Laboratorium komputer dan ruang guru disulap menjadi ruang kelas.

a�?Siswa tak akan nyaman belajar di ruang yang fungsinya bukan ruang kelas,a�? aku Kepala SMPN 4 Narmada Jainuddin pada Lombok Post, kemarin (28/7).

Diungkapkan, jumlah siswa diterima di sekolah meningkat dibandingkan tahun lalu. Tahun ini jumlah siswa diterima sebanyak 203 terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel). Kapasitas sekolah empat rombel.

a�?Mau gimana lagi kita harus manfaatkan ruang yang ada. Kalau masuk siang tidak efektif dan akan menambah beban guru mengajar,a�?katanya.

Jainuddin memprediksi tahun depan banyak masyarakat yang akan menyekolahkan anaknya di sekolah yang dipimpinnya. Dalam waktu dekat ada mal yang disebelah barat sekolah mulai beroperasi.

a�?Otomatis karyawan mal akan menyekolahkan anaknya ke sini,a�?imbuhnya.

Diungkapkan, kondisi ruang kelas terbatas sudah disampaikan ke Dinas Dikbud Lobar. Pihak Dikbud Lobar rencananya akan menambah ruang kelas baru dari APBD Perubahan tahun ini. Dinas sudah memberikan sinyal kepada sekolah untuk pembuatan ruang kelas baru (RKB).

a�?Pihak Dinas hanya bilang akan memberikan lokal RKB dari APBD Perubahan,a�?katanya.
Dengan perubahan fungsi ruang tersebut diakuinya menganggu belajar. Berubahnya fungsi ruangan tersebut tak bisa maksimal melaksanakan proses belajar mengajar.

a�?Ruang lab dan guru ini lebih kecil dari ruang kelas,a�? imbuhnya.

Jainuddin menambahkan, ia memiliki beban cukup berat dalam peningkatan mutu di sekolah. Dimana mutu pendidikan harus ditingkatkan, sementara fasilitas masih minim. Tidak ada ruang guru dan lab akan memberikan dampak kurang maksimal dalam proses belajar mengajar.

a�?Guru harus menyusun model pembelajaran di sekolah tapi mereka tak punya ruang. Sedangkan siswa tak memiliki ruang praktik,a�?sebutnya. (jay/r13)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post