Lombok Post
Praya

SDN 2 Langko Disegel

PRAYA – SDN 2 Langko, Desa Langko, Kecamatan Janapria disegel. Tindakan itu dilakukan wali murid lantaran uang tabungan siswa sebesar Rp 168 juta, yang harusnya dibagikan pada 27 Juni lalu belum dicairkan.

Hal itu diketahui, setelah Kepala Desa (Kades) Langko Suburman turun tangan mengatasi suasana memanasnya aksi unjuk rasa yang dilakukan wali murid. a�?Sebagai perpanjangan tanganan pemkab, saya sudah meminta agar segel dibuka. Namun, wali murid tetap ngotot mempertahankan segel, sampai dana sebesar Rp 168 juta itu dibagikan ke anak-anaknya,a�? katanya pada Lombok Post, kemarin (28/7).

Dikatakan, permasalahan itu memuncak setelah kepala sekolah (Kepsek) menjanjikan menyerahkan dana tabungan itu ke siswa, saat pembagian rapot. Namun, sampai kemarin (28/7) tidak jelas, hingga kepsek yang dimaksud dipindahtugaskan ke tempat lain. a�?Saya langsung berkoordinasi dengan keluarga kepsek, UPT, pemerintah kecamatan, dan Dikpora,a�? ujarnya.

Hasilnya, ungkap Suburman, keluarga kepsek menjanjikan dana talangan sebesar Rp 30 juta, dibantu UPT Dikdas Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Rp 30 juta. Sehingga berjumlah Rp 60 juta. Sisanya, sebesar Rp 108 juta dijanjikan pihak keluarga satu bulan ke depan.

a�?Uang sebesar Rp 60 juta itu, insya Allah dalam waktu dekat kita bagikan ke siswa. Dengan catatan, para orang tua wali membuka segel sekolah,a�? katanya.

Jika tidak, kata Suburman, justru merugikan siswa itu sendiri. Akibatnya aktivitas belajar mengajar terganggu. a�?Yang rugi justru anak-anak kita. Saya sudah memohon dan meminta kepada masyarakat agar mengedepankan musyawarah mufakat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, segel dibuka,a�? katanya.

Sementara itu, Kabid Dikdas Dikpora Loteng H Sumum turun langsung bersama tim ke lokasi kejadian. Dia bertemu keluarga kepsek, kades, UPT, dan wali murid. Aksi penyegelan sekolah itu, kata Sumum, membuat dinas terpaksa meliburkan siswa. Karena, dinas sempat membuka segal, namun dihalangi warga.

Kasus penyegelan sekolah, diakui Sumum menjadi cerita biasa di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Padahal, langkah itu secara langsung merugikan anak didik. a�?Kami sudah berkali-kali mencari upaya agar sekolah jangan dijadikan sasaran. Namun, wali murid tidak peduli,a�? katanya.

Agar persoalan yang sama tidak terulang kembali, pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh UPT Dikdas dan pengawas, agar terdepan mengatasi berbagai dinamika sekolah baik tingkat SD maupun SMP. Selanjutnya, UPT dan pengawas memberikan arahan dan bimbingan kepada seluruh kepsek.

a�?Tolong kepsek berikan kepercayaan kepada wali murid dan siswa. Dengan cara, mengelola anggaran sekolah dan siswa secara terbuka dan bertanggung jawab. Jangan salahgunakan uang itu,a�? tegas Sumum.

Jika nekat melakukan, lanjut Sumum, maka berurusan dengan wali murid, hingga tidak tertutup kemungkinan ke ranah hukum. a�?Saya minta kasus SDN 2 Langko ini jadi pelajaran kita semua. Tolong pengawas memantau keuangan setiap triwulan, berapa masuk dan keluarnya. Jangan ditutup-tutupi,a�? serunya.(dss/r2)

Berita Lainnya

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost