Lombok Post
Headline Metropolis

Ini Politik Tingkat Tinggi Bung!

MATARAM – Manuver yang dilakukan pasangan H Rosiady Sayuti-H MNS Kasdiono (Rido) tidak membuat pasangan Ahyar Abduh-Mohan Roliskana (Aman) ciut. Mereka tidak ingin terpacing dengan a�?jebakana�? politik tingkat tinggi yang dipasang rivalnya.

Para elit politik pengusung Aman mengaku tidak ingin ikut dalam arus permainan yang dibuat Rido. Meraka ingin fokus agar pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Mataram tetap berjalan sukses. Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, pihaknya akan tetap mengikuti aturan yang ada.

Kalaupun nanti tidak ada pasangan lain yang mendaftar dan pilkada ditunda, Aman akan mengikuti ketentuan yang berlaku. a�?Kita ikut aturan saja, mudahan pilkada tahun ini bisa sukses,a�? katanya.

Sebagai politisi senior, Ahyar mengaku tidak pernah takut dalam berkompetisi di dunia politik. Ia sudah banyak merasakan asam garam dunia politik. Sehingga siapapun lawannya dan bagaimana pun situasinya, tidak membuatnya gentar. Menang atau kalah dalam pertarungan itu hal yang biasa terjadi.

a�?Masih banyak ruang sebagai tempat kita mengabdi, tidak hanya sebagai wali kota,a�? tegasnya.

Ahyar menganggap manuver Rido hanya dinamika politik yang tak perlu dibesar-besarkan. Yang terpenting, jangan sampai hal ini mengganggu kondisivitas daerah.

Menurutnya, masih ada waktu tambahan tiga hari yang kemungkinan akan dimanfaatkan oleh pasangan Rido untuk mendaftar. Kalaupun nantinya tidak ada pasangan lain, Ahyar menjelaskan kalau hal itu bukanlah masalah.

“Ya kalau memang cuma satu pasang, kita kembalikan ke aturan dan undang-undang yang berlaku. Tapi kita berharap Pemilukada ini bisa berjalan dengan baik. Agar masyarakat bisa memilih pemimpinnya dengan baik,a�? sambungnya.

“Bagi saya kejadian seperti ini merupakan dinamika politik yang sudah biasa dan kita tidak tahu apa maskudnya. Kami akan ikuti jalannya dan biarkan saja mengalir seperti air. Toh mereka semua tetap saudara kita,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Harian DPD II Golkar Kota Mataram H Didi Sumardi mengatakan, pihaknya masih berpikir positif bahwa pilkada akan tetap berjalan sebagai mana mestinya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram juga sudah memperpanjang masa pendaftaran pada tanggal 1-3 Agustus.

a�?Dan selama masa perpanjangan waktu tersebut, akan menjadi perhatian dan pencermatan kami yang semangatnya bagimana agar pilkada berjalan sebagaimana mestinya,a�? ucapnya.

Baginya, pilkada merupakan amanah konstitusi, masyarakat, bangsa dan Negara. Sehingga pihaknya berkomitmen untuk mensukseskannya. Ia berharap dalam masa perpanjangan tersebut, terjadi proses yang positif bagi perkembangan demokrasi di Kota Mataram.

Apakah akan ada calon boneka? Didi menegaskan, hal tersebut tidak akan dilakukan pasangan Aman. Sebab pihaknya ingin memberikan contoh pendidikan politik yang baik bagi masyarakat. a�?Kami selalu mengedepankan kebaikan dengan cara berpikir positif. Terciptanya demokrasi yang baik adalah tanggungjawab semua pihak, terutama parpol,a�? ujarnya.

Sementara itu, para parpol koalisi Aman masih merasa yakin mereka bisa memenangkan pilkada. Kalaupun pasangan Rido batal mendaftar, tidak akan menjadi masalah. a�?Tentu kami juga sudah menyiapkan strategi lain,a�? tegas politisi PKS, Ismul Hidayat.

Ia yakin, pasangan tersebut bersama partai pengusung adalah petarung dan tidak akan menempuh cara yang buruk dalam berkompetisi. Dalam masa perpanjangan, ia berharap Rido akan mendaftar. a�?Artinya semua pasangan punya strategi, masih ada waktu tiga hari lagi,a�? katanya.

Sementara bakal calon wakil wali kota dari pasangan Rido, H MNS Kasdiono mengatakan hanya mengikuti kebijakan partai pengusung yang telah dibahas bersama. Dikatakan, ada pertimbangan tertentu dari partai pengusung yang membuat pasangan Rido harus menunda pendaftaran.

Meski demikian, ia mengungkapkan hingga waktu yang tepat, pasangan Rido pasti akan mendaftarkan diri. “Nantinya kan ada tambahan waktu pendaftaran selama tiga hari. Ini masalah kebijakan partai pengusung dan kami hanya mengikuti,” terangnya.

Kasdiono mebeberkan, tidak menutup kemungkinan juga kalau kebijakan partai pengusung membuatnya harus menunda pendaftaran tahun ini kemudian menunggu pendaftaran di Pilkada serentak 2017 mendatang.

Sedangkan Wakil Ketua DPC Demokrat Kota Mataram Samsul Hadi mengatakan, kalau penundaan ini merupakan strategi politik yang dilakukan oleh partai pengusung pasangan Rido. Dalam hal ini, Partai Demokrat, PDIP, Gerindra, PPP dan Perindo. “Semua ada strateginya, yang jelas ini bagian dari strategi politik yang dilakukan oleh tim,” ujarnya.

Sementara Ketua DPC Demokrat Kota Mataram HM Zaini juga menjelaskan, pasangan Rido akan tetap mendaftar. Hanya saja, waktunya belum ditentukan. a�?Pokoknya tunggulah saatnya saja, Rido akan mendaftar,a�? ujarnya.

Terkait batalnya pasangan ini mendaftar, Zaini menegaskan bahwa apa yang dilakukan bukan dalam rangka menggagalkan pilkada. Apakah ini disengaja? Ia hanya tersenyum. a�?Hahahaa��tunggu saja saatnya,a�? ujar politisi Demokrat ini.

Terpisah, pakar komunikasi politik IAIN Mataram Dr Kadri mengatakan, bila sampai Pilkada Kota Mataram 2015 tertunda sampai periode berikutnya, pasangan Aman tidak perlu khawatir.

Disanalah nanti akan diuji kekuatan politik masing-masing pasangan. Sebab mereka memiliki peluang yang sama untuk berkompetisi. Baik pasangan Rido maupun Aman, bertarung dalam posisi yang sama. Sebab masing-masing kubu memiliki kesempatan untuk mengkosolidasikan kembali kekuatan politik yang dimiliki.

a�?Aman justru bisa lebih leluasa memperkuat basisnya, tidak perlu khawatir tidak menjabat. Sehingga kita bisa tahu apakah kekuatan mereka di birokrasi atau masyarakat,a�? katanya.

Sementara itu, pasangan Rido juga mendapatkan kesempatan memperkuat kekuatan politiknya. Dalam rentan waktu panjang, mereka bisa terus membangun konsolidasi bersama parpol pengusung.

Baginya, tidak masalah bila Kota Mataram dipimpin seorang penjabat selama fungsi-fungsi pelayanan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Meski kewenangannya terbatas, namun seorang penjabat juga bisa melaksanakan apa yang menjadi tugas-tugas seorang kepala daerah. (ili/ton/r8)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost