Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Perhotelan Prihatin Sampah

MATARAM – Pelaku wisata kerap mengeluhkan kondisi sampah yang menumpuk di daerah wisata. Termasuk dari kalangan perhotelan.

a�?Semua mengeluh banyaknya sampah di area wisata NTB,a�? terang General Manager (GM) Hotel Jayakarta Lombok Cherry Abdul Hakim, kemarin(29/7).

Cherry menuturkan, masalah sampah memang klasik. Ini tidak bisa diselesaikan hanya pada satu titik saja. Melainkan dari hulu hingga hilir. Apalagi sebagian masyarakat masih menganggap buang sampah adalah hal biasa.

a�?Perilaku dan pola berpikir ini yang harus diubah,a�? ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB tentu tidak bisa bekerja sendiri. Pihak lainnya mesti terlibat, karena yang harus diperbaiki adalah perilaku masyarakat untuk membuang sampah pada masyarakat yang dibarengi dengan contoh dari pemerintah sendiri.

a�?Juga disiapkan secara fisik sarana untuk kebersihan, termasuk petugas yang cukup, tempat sampah yang banyak dan bagus,a�? jelas Cherry.

a�?Juga angkutan sampah dan TPA (tempat pembuangan akhir, red). Saya yakin hal tersebut sudah dipikirkan dan direncanakan pemerintah yang fokus terhadap kebersihan dan pariwisata,a�? tambahnya.

Cherry melihat, bila pemberitaan melalui media sosial itu terus menerus dilakukan, tentu akan mengurangi kunjungan ke destinasi wisata di NTB. Juga bisa menjadi senjata bagi destinasi wisata saingan untuk mengalihkan kunjungan wisatawan.

a�?Saya rasa langkah sudah diambil pemerintah tapi belum maksimal saja. Demikian juga keamanan, sudah ada upaya dari Disbudpar, Polda, hingga TNI dalam mengembalikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan dan warga,a�? terangnya.

Terpisah Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Reza Bovier menuturkan, dirinya sudah melihat situs tripadvisor.com. Ia menilai situs tersebut tidak bisa menjadi acuan dalam menggambarkan kondisi destinasi wisata di NTB. Setelah ia mengkroscek situs tersebut, persentasi penilaian untuk kategori sangat buruk hanya berkisar 20 ulasan. Sementara ulasan untuk kategori luar biasa dan sangat bagus mencapai 160 ulasan.

a�?Masih banyak yang berkomentar luar biasa. Wisata Menara Eiffel saja banyak jadi gunjingan. Lagipula ini tidak bisa jadi acuan karena database situs ini tidak pas,a�? papar Reza.

Dengan demikian NTB tidak perlu takut akan pemberitaan yang ramai diperbincangkan di dunia maya. Dia beralasan, siapa saja bisa memasukkan tulisan yang bersifat baik dan buruk.

a�?Ini sudah hal biasa, menjelang MEA ada saja pihak-pihak yang sengaja ingin menjatuhkan agar kunjungan beralih ke destinasi wisata lainnya,a�? papar Reza.
Senada dengan Cherry, pemberitaan ini bisa menjadi masukan bagi daerah wisata di NTB untuk terus berbenah. a�?Semua pihak dari masyarakat bawah hingga paling atas bersama-sama galakan kebersihan lingkungan di mana saja,a�? tutupnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post

Harga Bahan Bangunan Naik

Redaksi LombokPost