Lombok Post
Headline Politika

Pilkada Diundur Tidak Rugikan Rakyat

MATARAM – Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGB HM Zainul Majdi mendorong agar pilkada berlangsung damai dan menyenangkan. Proses pilkada di tujuh kabupaten/kota diharapkan tidak diwarnai intimidasi dan tidak merusak sistem birokrasi.

Hal itu dikatakan TGB kepada wartawan usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD NTB kemarin. Dikatakan, pelaksanaan pilkada harus disikapi secara biasa-biasa sehingga tidak memunculkan kekhawatiran apapun.

a�?Siapa yang khawatir, pilkada itu biasa-biasa saja kayak hidup mati, ada tulisan disini hidup mati-hidup mati, nggak ada itu. Pilkada itu cari pemimpin nggak usah dibuat jadi seram,a�? ujar TGB kemarin (29/27).

Dia juga meluruskan jika ada anggapan yang menyatakan rakyat akan dirugikan jika pilkada diundur. Menurut dia, pilkada harus berlangsung damai dan nyaman sehingga tidak berkaitan dengan masyarakat yang rugi.

Apabila pelaksanaan pilkada diundur, menurut politikus muda itu tetap tidak berpengaruh pada masyarakat. Pelayanan publik pun tetap jalan, pasar-pasar tetap beraktivitas, dan pelayanan rumah sakit pun tetap berlangsung.

a�?Siapa bilang kalau pilkada diundur masyarakat akan rugi. Nggak ada, kalau terlalu mendramatisir seakan-akan kalau pilkada ditunda masyarakat rugi itu alasan politik,a�? tandas dia.

Partai Demokrat merupakan salah satu partai yang akan mengusung pasangan Rosiady Sayuti – Kasdiono di Pilkada Mataram. Meski sudah mendeklarasikan diri pada 28 Juli, namun pasangan ini justru belum mendaftar di KPU.

Menurut TGB, pasangan Rido akan mendaftar pada waktunya. Sayangnya TGB tidak menjelaskan lebih lanjut waktu pasti kapan Rido mendaftar, apakah saat perpanjangan pendaftaran 1-3 Agustus atau tahun 2017. a�?Nanti mendaftar pada saatnya,a�? kelit TGB saat kembali dimintai penegasannya oleh wartawan.

Sementara itu Komandan Korem 162/Wira Bhakti Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede menegaskan pihaknya akan menyiapkan pasukannya untuk mengamankan pelaksanaan pilkada di tujuh kabupaten/kota di NTB.

Saat ini personel TNI yang ada sebanyak 1200 orang. Pihaknya akan memenuhi permintaan baik oleh pemerintah daerah maupun Polri untuk mengamankan pelaksanaan pilkada.

a�?Saya menyiapkan pasukan saya sesuai permintaan daerah maupun Polri dalam rangka pengamanan pilkada nanti,a�? papar dia.

Meski begitu, dia menegaskan adanya batasan bagi anggota TNI saat mengamankan proses pemungutan suara. Anggota TNI tidak sampai masuk dalam lingkup tempat pemungutan suara (TPS). Ditegaskan pula secara general, kondusivitas politik di sejumlah daerah berjalan dengan baik. (tan/r4)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Baru Satu Kabupaten Ajukan UMK

Redaksi LombokPost