Lombok Post
Headline Praya

Rampok Bantai Peternak Sapi

PRAYA a�� Kawanan perampok sadis kembali beraksi. Kali ini mereka melancarkan aksinya di Dusun Mentorok, Desa Kateng, Praya Barat Daya, Lombok Tengah (Loteng) Rabu (29/7) dini hari, kemarin. Tak tanggung-tanggung para pelaku yang diduga berjumlah 10 orang tega menghabisi nyawa Sumerat, peternak dan pemilik sapi yang menjadi korban.

Ia, menjadi bulan-bulanan para pelaku saat berusaha mengejar kawanan rampok yang membawa kabur sapi miliknya di area hutan lindung Bagik Nujun desa setempat.

Kasus itu bermula, saat kawanan perampok mendatangi kediaman korban di Dusun Mentorok sekitar pukul 02.00 Wita. Selain korban di rumah tersebut, terdapat Inaq Riadi Solihin, istri korban. Kawanan perampok menyasar kandang sapi korban, hingga berhasil membawa kabur satu ekor sapi.

a�?Mendengar dan mengetahui rumahnya kerampokan, korban langsung terbangun dari tidur dan meminta ke istrinya diambilkan parang,a�? kata Kasubag Humas Polres Loteng AKP I Made Suparta, kemarin (29/7).

Istri korban, kata Suparta sempat melarang suaminya mengejar kawanan perampok. Namun, korban tidak menghiraukan. Istri korban pun berusaha mengikuti jejak kaki suaminya sembari berteriak minta tolong kepada warga. a�?Hingga, sebagian warga keluar berhamburan,a�? ujarnya.

Hanya saja, ungkap Suparta korban jauh dari pantuan warga, hingga di tempat kejadian perkara (TKP) korban dikroyok kawanan perampok. Kedua tangan, pinggang kanan, paha kanan dan dada kanan luka robek.

a�?Korban ditemukan tidak bernyawa lagi oleh salah satu warga atas nama Amaq Saknah,a�? katanya.

Saksi, tambahnya merupakan ketua pamswakarsa Jejak Gentang Pujut. Dari keterangan saksi itu, kata Suparta diduga sapi dibawa kabur ke arah selatan TKP. Hingga berita ini diturunkan, polres bersama pamswakarsa setempat memburu kawanan perampok yang dimaksud.

a�?Kami langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi. Kami berharap agar masyarakat ikut membantu memberikan informasi,a�? serunya.

Mengetahui kejadian itu, Dandim 1620/Loteng Letkol Inf. Arie Tri Hedhianto langsung turun ke TKP. Dia pun menginstruksikan kegiatan Minggu Militer akan ditingkatkan. Tidak saja bertugas dalam urusan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Tapi, membantu kepolisian memburu pelaku perampokan, pencurian, pembegalan dan penjambretan yang selama ini meresahkan warga.

a�?Diminta atau pun tidak, diperintah atau pun tidak, saya tetap turun membawa anggota menyisir wilayah rawan,a�? kata orang nomor satu di korps TNI Loteng tersebut.

Sementara itu, sekretaris Forum Kepala Desa (FKD) Loteng Supardi Yusuf, mengkhawatirkan aksi perampokan itu akan berlanjut, menyasar rumah warga di desa-desa lain seperti pengalaman aksi perampokan di akhir tahun 2014 lalu. Untuk mengantisipasinya, kata Supardi agar kepolisian meningkatkan patroli.

Bila perlu, lanjut Supardi melibatkan anggota Kodim 1620/Loteng. a�?Belajar dari pengalaman, tolong seluruh pemerintah desa tetap siaga. Dengan cara, meningkatkan ronda malam. Mohon kepolisian, TNI dan Satpol PP membantu,a�? ujarnya.

Dikatakannya, aksi kawanan perampok pada tahun 2014 lalu, sempat menyasar salah satu warganya di Desa Pengembur. Untungnya, korban luka ringan, sementara harta benda dibawa kabur. a�?Sekali lagi, mohon kasus ini disikapi serius,a�? kata Supardi.(dss/r14)

Berita Lainnya

Evaluasi Seluruh Kepala OPD

Redaksi LombokPost

Rais Ishak Siap Maju di Pilbup Loteng 2020

Redaksi LombokPost

PPK Penanganan Pascagempa Diganti

Redaksi LombokPost

Tingkatkan SDM, CPNS Jalani Pelatihan Dasar

Redaksi LombokPost

Seleksi JPTP, Sekda Tekankan Transparansi

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Segera Bantu ITDC

Redaksi LombokPost

Loteng Butuh Banyak Dokter Umum

Redaksi LombokPost

Lobar Usulkan 217 Formasi CPNS

Redaksi LombokPost

PAD Lobar Turun Drastis

Redaksi LombokPost