Headline Selong

Sindikat Curanmor Antar Pulau Terbongkar

SELONG – Polres Lombok Timur (Lotim) memamerkan enam tersangka yang diduga terlibat dalam berbagai kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di NTB kemarin(29/7). Tak kurang dari 65 kali aksi telah dilakukan komplotan ini di seluruh NTB.

a�?a��Ini pemain besar, kita sudah incar lumayan lama,a�? kata AKBP Heri Prihanto, Kapolres Lotim, kemarin(29/7).

Dalam kesempatan itu, polisi menunjukkan 10 motor sisa hasil pencurian yang berhasil disita dari komplotan ini bersamaA� delapan blok mesin dan sejumlah suku cadang. Selain itu, pengakuan tersangka menyebutkan ada 55 motor lain yang sudah dijual di berbagai tempat di pulau Lombok dan Sumbawa.
a�?a��Jadi mereka sangat luas area dan cakupannya dalam beraksi,a�? jelas Heri.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) AKP Haris Dinzah mengatakan selama tiga hari terakhir, pihaknya sudah mendatangi sejumlah lokasi tempat aksi dilakukan. Selain itu, sejumlah lokasi barang curian di datangi juga. Itulah yang membuat enam pelaku berhasil ditangkap. Lima diantaranya diduga sebagai penadah, dan satu adalah pelaku utama pencurian.

a�?a��Ini jaringan yang sangat terorganisir sekali makanya kami memerlukan waktu ekstra,a�? jawabnya.

Polisi menyebut tersangka berinisial AA sebagai pelaku utama yang menjadi pintu masuk polisi dalam mengungkap kasus ini. Pengungkapan ini bermula dari kasus ini sendiri bermulabukan dari kasus curanmor. Namun atas laporan kasus penculikan anak. Saat itu AA menculik seorang bocah berinisial TY. Ia melarikan anak itu bersama sebuah motor curian. Itu dilakukan untuk mengelabuhi orang yang mencurigainya.

Bukannya mengembalikan TY, ia malah kembali beraksi di lokasi berbeda dan menjadikan TY sebagai jaminan agar bisa meminjam motor tukang ojek. TY seolah-oleh merupakan keluarganya yang dititipkan agar bisa meminjam motor.

a�?a��Awalnya dari sana, tapi kini TY sudah dipulangkan juga,a�? jelasnya.

AA kepada Lombok Post mengaku dalam menjalankan aksi hanya bermodalkan kunci letter T dan sejumlah perkakas motor sederhana. Untuk membobol sebuah motor dalam keadaan terkunci ia, mengaku hanya memerlukan waktu kurang dari satu menit.

a�?a��Biasanya ambil motor yang sedang parkir,a�? katanya.

Atas perbuatan itu, AA kini terancamA� pasal berlapis. Yakni Undang-undang nomer 35 tahun 2014 terkait perlindungan anak dan pasal 330, 378, 372 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Sedang lima tersangka lain yang menjadi penadah diancam hukuman tujuh tahun penjara. (yuk/r14)

Related posts

Ahyar-Mori Belum Kunci PAN

Redaksi Lombok Post

Berburu Apel Sembalun, Tiket Rp 30 Ribu, Boleh Petik Dua Buah Apel

Redaksi Lombok Post

Amphibi Dukung Ahyar-Mori

Leave a Comment