Lombok Post
Praya

Warga Minta Kasek Dicopot

Kantor
MENGGEDOR: Perwakilan warga Torok Aik Belek, Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya, saat mendatangi ruang pengadaan dan mutasi BKD Lombok Tengah.

PRAYA – Perwakilan warga Torok Aik Belek, Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya, Lombok Tengah (Loteng) mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lombok Tengah kemarin (29/7). Mereka mendesak Kepala Sekolah (Kasek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Torok Aik Belek dimutasi. Pasalnya, pejabat sekolah bersangkutan dianggap tidak transparan dalam bekerja.

a�?Sejak memimpin tahun 2009 lalu sampai sekarang, tidak pernah melaksanakan rapat dengan komite sekolah, apalagi guru,a�? kata ketua BPB Desa Montong Ajan, Sulaiman, kemarin (29/7).

Dihadapan Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Mutasi, Subeki serta Kasubid mutasi BKD Loteng Repiin. Sulaiman mengatakan program pendidikan di SDN Torok Aik Belek sejak tiga tahun terakhir ini tidak berjalan maksimal. Sebagian besar guru jarang masuk mengajar lantaran konflik internal sekolah.

Puncaknya, kata Sulaiman tahun ajaran 2015/2016, guru yang masuk mengajar hanya tiga orang. Parahnya lagi, lulusan SDN Torok Aik Belek tidak satu pun melanjutkan ke sekolah negeri. Karena, kasek tidak mau menandatangani surat hasil ujian (SHU) siswa. Mereka pun kini, beber Sulaiman terpaksa melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.

a�?Untuk sementara, kami tidak mempermasalahkan pengelolaan anggaran sekolah. Tapi, kami fokus ingin menyelesaikan nasib anak-anak kami,a�? katanya.

Potret seperti itu, lanjut Suhaiman membuat warga yang anaknya disekolahkan di SDN bersangkutan melaksanakan aksi unjuk rasa.

a�?Sudah dua kali terjadi bentrok fisik antar warga dengan lembaga pendidikan sekolah itu. Terakhir, dipertengahan bulan puasa. Untungnya, kami sebagai aparat desa melerai,a�? ujarnya.

Kedatangan Sulaiman di kantor BKD, didampingi kadus Torok Aik Belek, pengurus komite sekolah dan perwakilan guru. Jika dalam waktu dekat, BKD tidak memutasi atau memindahkan kasek bersangkutan, mereka mengancam akan bertindak lebih keras lagi.

a�?Yang jelas, kasek tidak peduli dengan pendidikan. Buktinya, di ruang kelas I hanya tersisa tiga meja dari 29 siswa. Begitu pula kelas VI delapan meja. Belum ruangan kelas lainnya. Sehingga, kami simpulkan 70 persen anak-anak kami duduk bersila,a�? ujarnya.

Dia menambahkan, jika BKD tidak bersikap, maka warga sepakat akan menarik anak-anaknya untuk pindah ke sekolah lain. Lalu, menyegel atau mengambil alih lahan dan bangunan sekolah.

a�?Tolong ini diperhatikan dan dilaksanakan, kami tidak main-main. Kalau tidak percaya, tunggu saja waktunya,a�? ancam Sulaiman.

Menanggapi tuntutan warga, Kabid Pengadaan dan Mutasi BKD Loteng Subeki mengatakan dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan pejabat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora). Tujuannya, untuk mengkroscek permasalahan yang terjadi. Termasuk, turun ke SDN Torok Aik Belek.

a�?Kami mohon para tokoh masyarakat, pemerintah desa dan guru untuk bersabar. Yang jelas, kronologis masalah sudah kami terima, tinggal kami bicarakan secara internal,a�? ujarnya.

Subeki pun mengaku tidak bisa menjanjikan dalam waktu cepat memutasi pejabat sekolah yang dimaksud. Karena, tahapannya cukup panjang. a�?Sebelum kami memutasi, kami akan memanggil kasek yang dimaksud, para guru dan komite sekolah serta aparatur pemerintah desa. Insya Allah dalam waktu dekat ini,a�? ujarnya.

Dia pun menyarankan agar permasalahan itu juga, disampaikan ke Dikpora. Sehingga, Dikpora mengeluarkan usulan atau rekomendasi ke BKD untuk memutasi pejabat sekolah bersangkutan. a�?Jika itu dilalui, tentu kebijakan mutasi bisa dilaksanakan secepatnya,a�? kata Subeki.

Terpisah, Kabid Dikdas Dikpora, Loteng H Sumum menyarankan wali murid dan warga untuk menahan diri menyelesaikan berbagai persoalan lembaga pendidikan. Dengan cara, tidak merusak atau menyegel sekolah. Karena sangat merugikan anak didik.

a�?Kita berharap setiap permasalahan bisa diselesaikan melalui jalur musyawarah, jika tidak bisa terpaksa jalur hukum,a�? ujarnya.(dss/r14)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost