Lombok Post
Sportivo

Atletik Kekurangan Pelatih

MATARAM – Permasalahan kembali muncul di Pelatda Sentralisasi Tambora. Para pelatih dan atlet pelatda sentralisasi Tambora kembali mengeluh. Pasalnya perhatian pemerintah masih dirasa kurang. Kendati demikian, pelatih dan para atlet tetap memokuskan diri untuk melakukan latihan. Kekurangan ini tak menyurutkan niat para atlet untuk berlatih lebih keras lagi.

a�?Sekarang para atlet ingin ditekan untuk berprestasi tapi, perhatian pemerintah tidak ada. Itu kan sama saja dengan nol,a�? keluh salah seorang atlet yang enggan dikorankan namanya.

Selain itu, dikatakan, sekarang pada nomor lompat jauh dan lompat jangkit saja tidak ada yang melatih secara khusus. a�?Masak pelatih atlet lari juga yang handel,a�? tambahnya.

Dia berharap, semoga pemerintah bisa lebih sigap dan cepat dalam memperhatikan para atlet. Tidak hanya untuk cabang atletik. Tapi, semua cabang olahraga yang mengikuti Pelatda Sentralisasi Tambora.

Terpisah, pelatih cabor atletik Subagio mengatakan, para atlet yang lolos kualifikasi PON bertambah.

Karena nomor yang lolos kualifikasi juga bertambah. Nah, tentunya harus dibutuhkan pelatih yang memang spesialis dibidang itu. a�?Karena saya adalah pelatih sprint. Tentu kalau secara profesional saya tak mempuni di dua nomor itu,a�? ujarnya.

Dikatakan, para atlet sudah memasuki prakompetisi. Jadi intensitas pengelolaan sangat tinggi. Para atlet mengharapkan adanya bantuan tim massage. Sebagai pelatih memahami, dan memaklumi keterbatasn kemampuan dana. Tetapi massage ini adalah hal yang sangat vital. a�?Semoga saja untuk tenaga massage cepat ditanggulangi. Agar para atlet bisa lebih berpotensial lagi untuk berlatih,a�? harapnya. (cr-lie)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post