Lombok Post
Selong

Bak Terbuka Haram Angkut Penumpang

Penumpang
Suasana penghentian mobil bak terbuka yang dilakukan Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Lombok Timur (Lotim) di Terara, kemarin.

SELONG – Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Lombok Timur (Lotim) melarang penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang. Selain bertentangan dengan aturan yang berlaku, hal itu juga membahayakan orang yang diangkut.

a�?Tak layak untuk manusia, itu untuk angkut barang,a�? kata Kasat Lantas Polres Lotim, AKP Supyan Hadi, kemarin(30/7).

Larangan menggunakan bak terbuka untuk mengangkut manusia ini mulai digencarkan sejak satu bulan terakhir. Hal itu untuk semakin meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berkendara dan tertib lalu-lintas. Jika terus dibiarkan, ia memastikan semakin banyak korban yang akan berjatuhan.

Dijelaskan, dalam beragam kasus kecelakaan yang melibatkan bak terbuka selalu ada banyak korban jiwa. Tak adanya tempat duduk, dinding dan atap kendaraan menjadi penyebab banyak korban berjatuhan.

a�?a��Kita tak mau tunggu korban dulu baru aksi,a�? katanya.

Tilang terhadap pelanggar kini terus dilakukan. Namun tak berhenti di situ saja. Memastikan tidak adanya penumpang yang terlantar, Sat Lantas Polres Lotim katanya mengerahkan sejumlah bus untuk melayani penumpang yang sebelumnya menggunakan bak terbuka. Saat sopir mendapat tilang, penumpang dibantu sampai ke tujuan menggunakan kendaraan yang disediakan. Ada tiga mobil pengangkut yang disiapkan, selain milik kepolisian ada juga mobil pinjaman milik Pemerintah Daerah (Pemda).

a�?Kalau kita biarkan saja penumpangnya kasihan,a�? ujarnya.

Sembari mengangkut penumpang, mereka diingatkan untuk tak lagi menggunakan bak terbuka sebagai alat transportasi manusia. Jika memang bepergian dalam jumlah banyak, disarankan menggunakan anangkutan penumpang yang sah. Kalaupun tujuannya tak dilalui oleh kendaraan angkutan penumpang bisa dengan mencarter kendaraan yang memang dirancang dapat memuat manusia.

a�?Ini taruhannya nyawa, jangan membahayakan diri sendiri,a�? imbaunya.

H Fahrurrozi, salah seorang penumpang yang dipindahkan dari bak terbuka ke bus kepolisian kemarin mengaku berterima kasih. Karena itu ia sekeluarga bisa melanjutkan perjalanan menuju Aikmel dengan lebih aman dan nyaman. Ditanya mengenai alasan menggunakan bak terbuka, pria 55 tahun ini mengatakan harga yang lebih murah menjadi alasan. a�?Tapi sudah dikasi tahu pak polisi, mulai sekarang saya berhenti pakai pikap (bak terbuka, Red),a�? ujarnya. (yuk/r14)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost