Metropolis

Bukti Letusan Rinjani Terancam

MATARAM – Kementerian Pariwisata meminta perhatian pemerintah provinsi terhadap terancamnya sejumlah situs geologi yang menjadi saksi alam letusan hebat Gunung Rinjani.

Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pengembangan Masyarakat Kementerian Pariwisata, Oneng Setia Harini, mengatakan, salah satu yang kini terancam adalah situs geologi berupa lapisan hasil letusan Gunung Rinjani di desa Pancor Dau, Lombok Tengah, yang kini mulai dijadikan kawasan pertanian oleh masyarakat setempat.

a�?Sangat disayangkan. Oleh karena bukti letusan ini tidak dapat diperbaharui dan apabila diteruskan dapat menghilangkan jejak-jejak letusan Gunung Rinjani,a�?ungkapnya.

Sejumlah situs geologi yang terancam itu, kata Oneng telah pula dilaporkannya pada Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi, kemarin (30/7).

Oneng menjelaskan, beberapa guru besar Geologi Institut Teknologi Bandung kini tengah meneliti di kaki gunung Rinjani mengenai hasil-hasil letusan Gunung api Tertinggi ke-2 di Indonesia tersebut. Sejauh ini, kaldera terbesar di Indonesia telah dihasilkan di tanah NTB yakni, kaldera hasil letusan Gunung Rinjani dan kaldera letusan Gunung Tambora.

Sayangnya, menurut Oneng, kekayaan yang dilahirkan oleh alam NTB justru dibiarkan begitu saja. Hal lain yang memprihatinkan adalah kata Oneng terjadi di Sembalun, Lombok Timur. Saat ini, hutan negara yang dikelola oleh Balai TNGR juga telah banyak ditebangi dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk tempat berladang.

Terkait hal ini, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengungkapkan kekecewaannya atas perilaku-perilaku masyarakat yang dapat merugikan NTB. Orang nomor satu di NTB itu pun mendesak pihak terkait untuk segera menginventarisir tanah-tanah yang harus diamankan.

a�?Siapkan narasi tanah-tanah tersebut dan berikan pengertian jika perlu tindak tegas masyarakat yang merusak hutana�?ujar gubernur.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak hanya melihat nilai ekonomi terhadap alam. Pemerintah daerah juga berjanji untuk selalu memfasilitasi dan memudahkan asal tidak merusak ekologi alam. (uki/r12)

Related posts

17 Tarian Tiongkok Hibur Warga NTB

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Ini Gak Beres!

Redaksi Lombok post

Perbanyak Ibadah!

Iklan Lombok Post

Leave a Comment