Lombok Post
Praya

Kodim Datang, Pembalak Kabur

PRAYA – Kodim 1620/Lombok Tengah terus berupaya memberantas aksi pembalakan hutan di wilayah utara Gumi Tatas Tuhu Trasna. Kali ini, mereka menyita alat pemotong kayu, kendaraan roda dua dan delapan batang pohon kayu yang diduga milik pelaku pembalakan di Dusun Pondok Gedang, Desa Aik Berik, Batukliang Utara (BKU), Loteng.

a�?Sayangnya, saat mendapatkan barang bukti itu, pelaku sudah tidak ada ditempat,a�? kata Dandim 1620/Loteng Letkol Inf. Arie Tri Hedhianto pada Lombok Post, kemarin (30/7).

Dikatakannya, barang bukti itu ditemukan saat Kodim menggelar patroli giat minggu militer. Di tempat kejadian perkara (TKP), ungkap Arie anggota langsung menyita barang bukti yang dimaksud.

a�?Ini kami temukan baru saja (Kamis siang, kemarin). Barang bukti untuk sementara diamankan di Kodim,a�? katanya.

Selanjutnya, barang bukti itu akan diserahkan ke Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) setempat. Kemudian, anggota terus melakukan giat patroli guna menemukan pelaku illegal logging yang selama ini meresahkan warga.

a�?Kasus ini harus diputuskan mata rantainya,a�? tegas Arie.

Menurutnya, ada tiga hal kasus illegal logging itu terjadi. Pertama, karena faktor ekonomi. Pelaku, terangnya melakukan aksi itu atas dasar kebutuhan perut, tidak mempedulikan konsekuensi hukum dan sosial yang diterima. Yang penting, dapat memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarga.

Kedua, kata Arie karena mereka tidak mengerti dan memahami pentingnya hutan. Padahal, hutan merupakan salah satu penyangga kehidupan manusia. Jika pohon ditebang secara mambabi buta, maka akan terjadi krisis air dan terjadinya bencana longsor.

Ketiga, lanjut Arie karena adanya dugaan perlindungan dari pengusaha, atau pihak berwenang lainnya. Sehingga, para pelaku leluasa melakukan aktifitas illegal logging.

a�?Tiga hal itu, menurut saya yang harus kita carikan jalan keluar secara bersama-sama. Tidak bisa sendirian Kodim yang melangkah, tapi butuh kerjasama semua pihak,a�? ujarnya.

Untuk Dishutbun, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) atau dinas terkait lainnya, kata Arie paling tidak mengambil peran untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga lingkar hutan. Karena, kasus itu terjadi atas dukungan warga lingkar hutan. Caranya, menyalurkan berbagai bantuan permodalan, pelatihan dan pendidikan ekonomi.

a�?Jika itu dilakukan, maka secara langsung mereka turut serta ikut bertanggungjawab menjaga hutan. Begitu pula sebaliknya,a�? kata Arie.

Kemudian, lanjutnya dilakukan sosialisasi dan penyuluhan pentingnya hutan. Diberikan pemahaman tentang aturan hukum dan Undang-undang berlaku. Terakhir, membongkar siapa dibalik kasus illegal logging itu terjadi.

a�?Bila perlu area hutan lindung itu diberikan papan peringatan dan dipagari. Lalu, dijaga 24 jam secara bergiliran,a�? katanya.(dss/r14)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost