Lombok Post
Tanjung

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Dan Pembakaran Ritanom

TANJUNG – Satreskrim Polres Lombok Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dan pembakaran yang dilakukan tersangka Sungkana alias Acing, 38 tahun, terhadap Ritanom warga Dusun Segenter, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, kemarin (30/07). Rekonstruksi dilakukan dengan pengawalan ketat puluhan personel Polres Lobar. a�?Rekonstruksi kita lakukan untuk menyingkronkan keterangan saksi dan tersangka yang kita kumpulkan. Ada enam saksi yang kita libatkan dalam rekonstruksi ini,a�? ujar Kasatreskrim Polres Lobar AKP Sidik Prio Mursita, usai rekonstruksi kemarin (30/07).

Untuk diketahui, kasus pembunuhan ini terjadi pada malam lebaran tepatnya Kamis (16/7) lalu. Keluarga korban yang tidak menemukan korban pada pagi hari usai mengikuti acara di salah seorang rumah kerabatnya mencari korban dan mendapati korban sudah dalam kondisi terbakar di dasar kali mati. Kejadian ini pun lantas dilaporkan kepada kepolisian. Dalam waktu kurang dari 12 jam polisi pun berhasil menangkap pelaku Acing yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Dijelaskan Sidik, dalam rekonstruksi tersebut dilakukan 43 adegan di dua lokasi berbeda yakni di kebun ubi kayu dekat rumah saksi Nursilah dimana korban bersama tersangka pada malam harinya menghadiri acara. a�?Di lokasi pertama tersangka memeragakan cara membunuh korban,a�? katanya.

Setelah memeragakan beberapa adegan di lokasi pertama, tersangka dibawa ke lokasi kedua yakni di Dusun Dasan Gelumpang, Desa Sukadana tempat pelaku membakar korban. a�?Di dasar kali mati ini tersangka membakar korban yang sudah dalam keadaan meninggal,a�? tuturnya.

Dari seluruh adegan yang diperagakan, terungkap jika korban bersama pelaku pada Kamis malam menghadiri acara di rumah saksi Nursilah. Pada saat menghadiri acara tersebut, tersangka dan korban sempat berbincang bersama beberapa saksi di sebuah berugak. Dan dalam perbincangan tersebut pelaku sempat meminta bagian untuk menggarap tanah adat dusun. Namun korban tidak memberikannya, sehingga sempat terjadi adu mulut antara tersangka dan korban. a�?Saat itu tersangka mulai tersulut emosinya,a�? cetus Sidik.

Tersangka kemudian turun dari berugak dan mendatangi saksi Nursilah dan ingin meminjam parang namun tidak diberikan saksi. Saat itu tersangka sempat ditenangkan saksi Nursilah. Tidak lama kemudian tersangka bersama beberapa saksi pulang, namun di tengah perjalanan tepatnya di kebun kayu yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah Nursilah tersangka berhenti dan ingin kembali ke rumah Nursilah.

Tetapi saat akan kembali, tersangka melihat korban berjalan pulang. Tersangkapun akhirnya memutuskan untuk bersembunyi di semak-semak. a�?Saat korban melintas itulah, tersangka langsung memukul kepala bagian belakang korban menggunakan batu yang ditemukan saat bersembunyi hingga tewas. Korban dipukul sebanyak empat kali di bagian belakang,a�? jelasnya.

Setelah korban meninggal, tersangka yang panik kemudian mengangkat mayat korban dengan cara dibopong di bahu kanan menuju ke kali kering yang berjarak sekitar dua kilometer dengan maksud membuang mayat korban disana untuk menghilangkan jejak.

Sampai di kali, tersangka mencari kayu kering dan semak semak di sekitar kali kering tersebut untuk menutupi mayat korban. Kemudian tersangka membakar korban menggunakan korek yang dibawanya. a�?Setelah memastikan seluruh tubuh korban terbakar, tersangka pulang dan mencuci baju yang terkena cipratan darah korban,a�? kata Sidik.

Saat ini tersangka Acing sudah ditahan Polres Lobar dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut. Tersangka dijerat pasal 340 Junto 388 KUHP dengan hukuman maksimal 20 tahun dan seumur hidup. (puj)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost