Lombok Post
Headline Tanjung

Dikes dan RSUD Gak Klop

Keputusan
Foto : kaskushootthreads.blogspot.com

TANJUNG – Keputusan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung untuk mengubah status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dinilai terlalu buru-buru. Status BLUD akan menjadikan RSUD Tanjung tak lagi bergantung pada APBD KLU.

a�?Itu jelas buru-buru. Apa mungkin mereka (RSUD) tidak memerlukan dukungan dana dari APBD,a�? tanya Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara Benny Nugroho kepada wartawan, kemarin (31/7).

Dia mengatakan, seharusnya masih ada kelonggaran dari pemerintah untuk menetapkan status BLUD dan tidak harus dipaksakan. Hal ini tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran rumah sakit serta SDM pengelolanya.

Namun, terlepas dari itu, Benny berharap agar perubahan status RSUD dari Tipe D ke Tipe C dan perolehan status BLUD memberi dampak positif terhadap layanan masyarakat Lombok Utara.

Karena Pemkab Lombok Utara sendiri juga memiliki target terhadap upaya mencapai generasi sehat yang telah dicanangkan pemerintah.

Terpisah, Direktur RSUD Tanjung HL Bahrudin mengakui status BLUD telah disandang RSUD Tanjung sejak 1 Januari 2015, dan berikutnya pada 18 Juli 2015, RSUD berhasil melewati verifikasi untuk naik kelas ke Tipe C.

a�?Kita justru optimistis dengan keberadaan Tipe C dan BLUD ini. Semoga layanan yang kita berikan ke masyarakat lebih baik lagi,a�? kata Bahrudin.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya memiliki 300 staf baik dari petugas medis maupun staf administrasi. Namun demikian, diakuinya masih ada beberapa staf yang hingga kini belum mengetahui betul tupoksinya.

Atas kondisi itu, ia pun meminta agar keluarga pasien bersedia langsung menyampaikan keluhannya ke pihak RSUD melalui melalui berbagai media penyaluran yang disiapkan.

Dampak dari Tipe C dan BLUD RSUD, lanjut Bahrudin, pihaknya RSUD ke depan bisa memberi kontribusi lebih banyak ke pemkab. Dimana dengan kenaikan Tipe dan BLUD, maka klaim BPJS yang diperoleh lebih besar.

Tidak hanya itu, retribusi pelayanan dari masyarakat yang menggunakan BPJS juga dapat disesuaikan. a�?Dengan BLUD, kita tidak pakai perda lagi tapi sesuai Undang-Undang, cukup menggunakan perbup,a�? ujarnya.

Sebelumnya, saat masih tipe D, retribiusi dari RSUP mungkin kecil. Tapi, sekarang bisa dinaikkan. a�?Dan ini tidak memberatkan masyarakat, karena pembayaran dilakukan oleh BPJS,a�? pungkasnya. (puj/r12)

Berita Lainnya

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost