Lombok Post
Politika

Golkar AL Tampik Calon Boneka

H Mohan Roliskana (kiri) dan H Ahyar Abduh

MATARAM – Kelanjutan Pilkada Mataram masih tanda tanya. Setidaknya ada dua hal yang membuat pilkada bisa berlanjut. Pasangan Rosiady Sayutia��HMNS Kasdiono (Rido) mendaftar di KPU, atau muncul calon baru atas restu dua kubu Partai Golkar. Syaratnya, dukungan pada pasangan Ahyar Abduh-Mohan Roliskana (Aman) yang sudah dipublikasikan dinyatakan batal.

Namun, ketika skenario ini disodorkan pada Golkar kubu Agung Laksono, kemungkinan calon boneka itu ditampik mentak-mentah. Wakil Ketua Departemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPP Partai Golkar Golkar Kubu Agung Laksono Chris Parangan menegaskan, DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono sudah terlanjur a�?akada�? dengan pasangan Ahyar Abduh a�� Mohan Roliskana.

a�?Kalaupun nanti ada paket boneka, saya pastikan itu bukan boneka beringin. Tapi boneka India yang hanya bisa didaftarkan di KPU Bombay,a�? selorohnya saat dihubungi Lombok Post, kemarin (31/7).

Kendati tak terkait calon boneka, suara lain juga datang dari politikus Partai Golkar H Lalu Darma Setiawan. Anggota DPRD NTB ini mengibaratkan paket Rido sebagai pepadu yang membalikkan ende (perisai) dalam pertarungan presean.

Menurut dia, sebagai orang Sasak, semestinya paket Rido berani bertarung secara jantan dan membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya mendapat dukungan. a�?Memang sah-sah saja. Tapi setidaknya mengecewakan masyarakat kalau nantinya gak jadi maju di pilkada,a�? ujarnya.

Ditegaskannya, jangan salahkan jika khalayak mencibir. a�?Kalau memang wanen ya angkat ende dan bertarung secara jantan,a�? ujar pria yang akrab disapa Miq Awan kepada wartawan.

Sebagai politikus, Miq Awan memahami, setiap partai politik pasti ingin memenangkan pilkada serentak 2015. Hanya saja, jika Pilkada Mataram akan ditunda lantaran hanya muncul paket tunggal, justru dinilai tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

Bahkan masyarakat, kata dia cenderung dirugikan terutama para wajib pilih yang seharusnya bisa menyampaikan hak politiknya di Pilkada Mataram.

Tidak hanya masyarakat, menurut Wakil Ketua Komisi I DPRD NTB ini, penyelenggara pemilu yang sudah berupaya semaksimal mungkin menyelenggarakan pemilu juga lebih rugi baik dari segi waktu, pikiran, dan tenaga. a�?Tapi kita lihat saja nanti bagaimana,a�? tandas dia. (tan/r12)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost