Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Memulai Usaha di Rumah,Modal Satu Kursi dan Kaca

merias pengantin
Hj Maskahyangan

Banyak peluang usaha yang menjanjikan. Salah satunya usaha merias pengantin dan dekorasi pernikahan. Usaha inilah yang digeluti Hj Maskahyangan. Bagaimana dia merintisnya?

***

USAHA merias pengantin dan dekorasi pernikahan memang banyak yang menjalankan. Tetapi masih sedikit yang benar-benar profesional menjalankan usaha ini. Padahal bila ditekuni dengan baik, usaha ini memiliki peluang yang bagus. Apalagi hampir setiap hari selalu ada pernikahan. Baik itu pernikahan di rumah ataupun di gedung. Dan itu semua membutuhkan riasan dan dekorasi.

Pemilik Heppi Salon Pengantin dan Dekorasi Hj Maskahyangan menuturkan, sebelumnya ia telah banyak menggeluti berbagai usaha untuk menambah pendapatan keluarganya. Ia menilai, untuk memenuhi kebutuhan kelima anaknya kala itu masih sangat kurang. Sehingga biaya yang harus disiapkan dan dikeluarkan juga besar.

a�?Sementara kebutuhan terus bertambah dan semakin mahal, macam usaha sudah saya coba salah satunya membuka kelontong di rumah, berjualan bunga,a�? kata Angan sapaan akrabnya, kemarin (31/7).

Namun karena kondisi rumah kala itu hanya mengontrak, ia dan keluarga akhirnya pindah. Itu membuatnya harus memulai usahanya kembali dari awal. Tetapi, ia tidak lagi membuka usaha kelontong. Ia mencoba peruntungan menjadi pegawai salon. Walau tidak memiliki keterampilan, Angan terus mencoba dan berlatih. Bahkan ia mengikuti kursus salon yang terbilang masih sedikit jumlahnya.

a�?Jangankan salon, kursusnya saja sedikit dan saya memilih kursus ke Surabaya menekuni keterampilan merias,a�? kata Ketua Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia (Tiara Kusuma) NTB.

Dengan keterampilan yang dimiliki, ia mencoba membuka usaha salon sendiri di rumah dengan bermodalkan satu kursi dan satu kaca. Memilih lokasi di rumah karena ia tidak ingin kewajibannya sebagai ibu dan istri dalam melayani anak-anak dan suami menjadi terbengkalai.

a�?Merias di rumah berawal dari merias wisudawati, kemudian memberanikan diri merias pengantin,a�? imbuhnya.

Mantan Paskibraka Nasional Tahun 2008 ini mengatakan, ia melihat peluang usaha merias dan dekorasi pernikahan di Kota Mataram sangat besar. Tidak hanya fokus menjadikan pengantin menjadi raja dan ratu sehari. Angan juga ingin, usaha dekorasi pernikahannya memberikan pelayanan kepada pelanggan yang ingin mengadakan resepsi dengan mendisplay lokasi acara.

Mulai dari pengesetan duduk manten, setiap sudut gedung resepsi, sampai ke penataan kamar pengantin sebagai tempat malam pertama. Pelayanan jasa yang diberikan oleh jasa dekorasi pernikahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Usaha yang digeluti bertahun-tahun ini, diakuinya tidaklah mudah. Bila orang bijak mengatakan semakin tinggi pohon, maka angin yang menerpa semakin kencang. Namun baginya, yang penting dijaga adalah pondasi atau kekuatan akar dari pohon itu sendiri.

Diakuinya tidak sedikit pesaing yang menginginkannya tumbang. Tetapi ini tidak menjadi hambatan besar untuknya. Asalkan, dalam menjalani bisnis yang utama adalah selalu diiringi doa dan ikhtiar. Tanpa ini tidak bisa berjalan dalam menghadapi kendala.

Kemudian, menjaga hubungan yang baik dan berkomunikasi dengan teman-teman. Teman adalah relasi terdekat mengembangkan usaha. Tidak kalah penting, lanjutnya, adalah tanggung jawab sebagai penyedia jasa. Termasuk memberikan pelayanan memuaskan di luar prediksi pelanggan.

a�?Kebanyakan pelanggan sudah memprediksi hasil dekorasi dengan budget tertentu, tapi kami buat hasil prediksinya lebih dari yang dibayangkan,a�? kata wanita kelahiran Sumbawa ini.

Sehingga tidak heran bila sebagian besar pelanggan yang dimiliki berasal dari kalangan menengah keatas. Selain mampu memberikan pelayanan terbaik, mempertahankan usaha juga harus memiliki etika.

a�?Bila tidak menguasai etika, mana mungkin mau dipakai lagi,a�? imbuhnya.

Angan juga menegaskan, terpenting dalam berwirausaha adalah menjauhi sikap pesimis. Namanya usaha pasti akan menghadapi kegagalan. Tinggal bagaimana menyikapi kegagalan sebagai pembelajaran di langkah berikutnya.

a�?Jika semua impian terwujud, dimana kita akan menemui kegagalan. Dengan adanya kegagalan kita pasti akan lebih berhati-hati dan secara spontan mengintrospeksi diri agar tidak terjadi,a�? tutupnya. (Lestari Dewi/r4)

Berita Lainnya

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post

Harga Bahan Bangunan Naik

Redaksi LombokPost