Lombok Post
Headline Politika

Meracik Strategi untuk Kemaslahatan Bersama

Chandra Wijaya Rayes

Politik mengundang banyak tafsir. Ada yang menyebut politik itu a�?memuakkana�? karena penuh intrik. Tapi tidak sedikit orang yang justru menikmati politik, bahkan sampai menjadi pecandu. Politik sejatinya adalah menebar kebaikan. Itulah keyakinan politik Chandra Wijaya Rayes.

***

MARAKNYA generasi muda yang terjun ke dunia politik di pemilu legislatif 2014 menjadi indikasi meningkatnya jumlah orang yang suka politik. Tentu, masing-masing punya alasan tersendiri untuk terjun ke dunia politik. Malah ada juga politikus muda yang memang punya bakat politik atau justru mewariskan bakat politik dari orang tua mereka.

Chandra Wijaya Rayes merupakan salah satu politikus muda yang menikmati politik. Lahir sebagai anak politisi yang juga Wakil Gubernur NTB (2003-2008) H Bonyo Thamrin Rayes dan Marwati Thamrin Rayes, Chandra langsung menjadi pusat perhatian. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir,namanya mencuat sebagai tokoh politik moncer di Kabupaten Sumbawa.

Pria kelahiran 31 Januari 1971 ini mengawali karir politiknya di Partai Nasional Demokrat. Sejak awal dia memang aktif di berbagai organisasi baik organisasi kemahasiswaan, kepemudaan, hingga akhirnya masuk partai politik.

a�?Mari kita lihat politik itu dari sisi positifnya. Bagi saya politik itu bagian dari seni menyusun strategi yang muaranya untuk kepentingan bersama,a�? kata Chandra kepada Lombok Post.

Generasi muda diharapkan punya semangat untuk menggeluti dunia politik. Menurut ayah tiga anak ini, dengan berpolitik menggugah orang untuk berpikir aktif untuk kepentingan orang banyak. Politik dinilai sebagai media untuk belajar mengemban amanah dan memupuk kemampuan memimpin masyarakat.

Dia memulai kiprahnya sejak menjabat Ketua Senat Mahasiswa di Malang. Selanjutnya aktif di sejumlah organisasi kepemudaan salah satunya sebagai Wakil Ketua KNPI selama dua periode di Kabupaten Sumbawa. Suami Yenni Yuliana ini berhasil terpilih sebagai legislator di DPRD Sumbawa pada pemilu 2014.

Kepiawaiannya di bidang politik memang sudah terbukti dengan berhasil melenggang ke kursi wakil rakyat. Menurut dia, dalam dunia politik lah akan teruji mentalitas seseorang.

Bagi mereka yang mencita-citakan perbaikan, tentu akan terlihat dari caranya berpolitik. a�?Pemuda sangat berpeluang menguasai dunia politik ke depannya. Di sinilah tempat menempa diri sebagai figur calon pemimpin masa depan. Bagi mereka yang bermental pemimpin tentu akan berpikir seribu kali untuk melakukan hal-hal yang menyimpang,a�? tandas dia.

Menyiapkan diri sebagai politikus andal menurut santri pertama Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, pimpinan KH Hasyim Muzaddi ini menegaskan sudah saatnya pemuda tidak hanya terjebak pada retorika. Menunjukkan kemampuan diri sebagai calon pemimpin memang sepatutnya terjun ke dunia politik.

Sebagai politikus muda, Chandra tidak menampik adanya biaya politik. Tapi, menurut dia, bukan diartikan sebagai politik uang. Berpolitik dengan cara menunjukkan kemampuan diri dalam meyakinkan masyarakat lah yang seyogyanya diperlihatkan.

Dia menilai, pendidikan politik bagi masyarakat tidak hanya sekadar jargon belaka. Tentu, politikus harus menunjukkan bagaimana seharusnya berpolitik yang baik. Dia menilai setiap orang punya potensi untuk menjadi apapun yang diinginkannya. Hanya saja, bagaimana kemudian pemuda membentuk dirinya menjadi pribadi tangguh dan bermanfaat untuk orang lain.

a�?Itu tujuan utamanya yakni ibadah menjadi orang yang bermafaat untuk orang lain,a�? katanya. Jadi, peluang bagi generasi muda dalam politik masih terbuka lebar. Sudah banyak contohnya. Ada politikus muda yang gagal dan ada pula politikus muda yang sukses.

Kini, Chandra yang pernah menjabat anggota KPU Kabupaten Sumbawa itu ingin melanjutkan tanggung jawabnya sebagai pemimpin rakyat untuk dapat lebih bermanfaat bagi rakyat terutama di Sumbawa.

Baginya, semangat muda harus dikobarkan sehingga apapun yang dihadapi terutama dalam berpolitik dimaknai sebagai upaya untuk berbuat untuk kepentingan orang banyak. (tan/r12)

Berita Lainnya

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost