Lombok Post
Kriminal

Pemilik Akun Singa Padang Pasir Bakal Dilaporkan

permintaan
Direktur, Reskrimsus Polda NTB, Komisaris Besar Pol Prasetijo Utomo

MATARAM – Salah seorang anggota Lembaga Adat Lombok H Lalu Syafrudin SH MHum angkat bicara terkait penghinaan adat Sasak di akun media sosial, beberapa waktu yang lalu. Menyambut saran yang diberikan polisi, pihaknya akan melaporkan penghinaan yang dilakukan oleh pengguna akun Facebook dengan nama Singa Padang Pasir tersebut.

a�?Saya rasa apa yang dikatakan pihak kepolisian bermaksud bagus, nanti pasti akan dilaporan,a�? kata Syafrudin yang juga dosen Fakultas Hukum Unram, kemarin (31/7).

Hal tersebut dilakukan untuk memberi efek jera kepada pelaku penghinaan, sekaligus mencegah terjadinya gejolak di masyarakat terkait postingan yang mengina suku Sasak tersebut.

Dia menilai, apa yang dilakukan oleh pemilik akun tersebut didasari pemahaman yang kurang mengenai adat istiadat masyarakat Sasak. a�?Saya bisa pastikan dia bukan orang Sasak asli, jika dia faham pasti tidak akan berbicara seperti itu,a�? ujarnya.

Meskipun demikian, apa yang dilakukan oleh pelaku tersebut tetap dinilai salah dan telah melanggar hukum. Ia menuturkan komentar yang disampaikan tanpa didasari oleh pengetahuan yang lengkap bisa menjadi fitnah.

a�?Seharusnya dia mencari tahu dulu sebelum berkomentar, karena itu bisa dikategorikan fitnah juga,a�? sebutnya.

Disebutnya, apa yang dilontarkan oleh pelaku hanya didasari oleh pengetahuan yang sangat sedikit tentang adat Sasak. a�?Dia tidak mengerti apa adat Sasak, apa filosofi dan prosedurnya, dia hanya mengambil kesimpulan dari pengetahuannya yang sangat sedikit,a�? cetusnya.

Sebelumnya, Dir Reskrimum Polda NTB Kombes Pol Prasetijo Utomo mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh postingan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya hingga masih melakukan penyelidikkan.

a�?Sementara ada yang melaporkan, kita akan monitor terus,a�? jelasnya.

Selain itu ia berharap masyarakat berhati hati dalam menyampaikan pendapat di media sosial. Apalagi, jika komentar tersebut berbau sara atau menghina organisasi, agama atau suku tertentu. a�?Jangan asal mengeluarkan celotehan, apalagi di media sosial,a�? ucapnya.

Ia menuturkan, terkait komentar dalam akun tersebut, pengguna akun Singa Padang Pasir itu dapat dijerat dengan pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE dengan ancaman minimal enam tahun penjara. (cr-van/r4)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost