Bima - Dompu Headline

Realisasi PAD Belum 30 Persen

Realisasi

KOTA BIMA – Wali Kota Bima menyampaikan laporan realisasi penggunaan APBD 2015 semester I. Laporan itu disampaikan pada rapat paripurna ke XV DPRD Kota Bima tentang realisasi APBD dan prognosis untuk enam bulan berikutnya.

Dalam laporannya HM Qurais mengatakan,A� ada tiga point yang disampaikan terkait realisasi APBD prognosis untuk enam bulan berikutnya. Yaitu Pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah.

Pendapatan daerah yang dianggarkan dalam APBD Kota Bima tahun 2015 merupakan perkiraan yang terukur. Meliputi pendapatan asli daerah dan pendapatan transfer.

a�?Realisasi pendapatan daerah semester pertama tahun anggaran 2015 Rp 330,9 miliar. Atau 50,72 persen dari jumlah yang dianggarkan Rp 652,5 miliar,a�? jelasnya, kemarin(31/7).

Sedangkan realisasi pendapatan asli daerah lanjutnya, Rp 10,7 miliar lebih. Atau 37,61 persen dari jumlah yang dianggarkan Rp 28,4 miliar.

a�?a��Realisasi pendapatan transfer Rp 320,3 miliar. Atau 51,31 persen dari dariA� target Rp 624,2 miliar,a��a�� sebutnya.

Dijelaskan, belanja daerah yang dianggarkan dalam APBD merupakan program atau kegiatan yang sudah terencana secara komprehensif. Sesuai kebutuhan masyarakat yang dibiayai melalui belanja operasi, belanja modal dan belanja tak terduga.

a�?Realisasi belanja semester pertama tahun 2015 sekitarA� Rp 209,8 miliar.A� Atau 30,67 persen dari target Rp 684,1 miliar,a��a�� sebutnya.

Dari anggaran tersebut lanjutnya,A� realisasi belanja operasionalA� Rp 198,7 miliar. Atau 35,51 persenA� dari jumlah anggaran yang tersedia Rp 559,5 miliar.

Kemudian realisasi belanja modal Rp 10,8 miliar atau 8,81 persen dari jumlah yang dianggarkanA�A� Rp 123,5 miliar.
a�Z
a�?Sedangkan realisasi belanja tak terduga Rp 246 jutaA� atau 24,61 persen dari yang dianggarkan Rp 1 miliar,a�? sebutnya.

Sedangkan pembiayaan daerah, realisasinya Rp 32,6 miliar atau 93,53 persen dari yang dianggarkan Rp 34,8 miliar. Sementara pengeluaran pembiayaan, masih Rp 3,3 miliar belum terealisasi dari yang telah dianggarkan.

Sedangkan prognosis lanjutnya, merupakan ramalan penggunaan APBD untuk enam bulan berikutnya. Prognosis jelasnya menjadi pedoman untuk penyusunan APBD Perubahan.

Rincian prognosis pendapatan daerah sekitar Rp 321,6 miliar atau 100 persen dari sisa realisasi semester pertama Rp 321,6 milyar. Kemudian prognosis belanja daerah Rp 478,9 miliar atau 100,99A� persen dari sisa realisasi semester pertama Rp 474,2 miliar.

a�?Untuk prognosis pembiayaan daerah sekitar Rp 2,2 miliar lebih atau 100 persen,a�? bebernya pada paripurna yang dipimpin ketua dewan setempat Feri Sofiyan SH tersebut. (nk/r9)

Related posts

Berkas Tersangka Segera Dilimpahkan

Redaksi Lombok post

Pemerintah diminta Desak Ritel Modern Bantu UMKM

Redaksi Lombok Post

Anggaran Kenaikan Gaji Dewan Sudah Diselipkan sebelum Ada PP

Redaksi Lombok Post