Lombok Post
Praya

Tiga Progam Bantuan Disalurkan

bantuan
kepala Dinas Sosnakertrans, Loteng, HM Nazili.

PRAYA – Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Tengah (Loteng) menyalurkan dua program bantuan sosial kepada warga miskin. Diantaranya, Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKM), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kelompok Usaha Bersama (Kube).

a�?Data penerima dua program bantuan itu, disesuaikan dengan jumlah penerima raskin,a�? kata kepala Dinas Sosnakertrans, Loteng, HM Nazili, kemarin (31/7).

Untuk PSKM, terangnya per kepala keluarga (KK) menerima bantuan sebesar Rp 200 ribu per bulan, yang dibayar per triwulan. Bantuan itu, telah disalurkan belum lama ini.

a�?Nama-nama penerima bantuan dikoordinasikan dengan pemerintah desa, hingga dusun. Yang jelas, tepat sasaran. Hal yang sama pada PKH. Prinsipnya, program ini sama-sama mengentaskan kemiskinan,a�? jelasnya.

Selanjutnya, kata Nazili program Kube yang diberikan kepada 105 kelompok. Setiap kelompok dibantu sebesar Rp 20 juta. Syaratnya, memiliki identitas usaha bersama dan dikelola secara bersama-sama, akta notaris, surat keterangan dari desa, izin usaha serta dokumen penting lainnya.

Bantuan yang satu ini, beber Nazili disalurkan di Batukliang danA� Kopang. Tahun 2014 lalu, di Praya Tengah, Praya, Batukliang dan Kopang. Program itu juga, ungkapnya dikawal 21 pendamping.

a�?Merekalah yang mengarahkan dan memberikan petunjuk pemanfaatan bantuan yang dimaksud,a�? ujarnya.

Tujuannya, untuk mendongkrak peningkatan ekonomi dan kesejahtraan masyarakat. Khususnya, di sekitar Kube bersangkutan. Setiap tahunnya, penerima bantuan dievaluasi. Jika dianggap sukses, pemerintah kembali menggelontorkan bantuan yang sama.

a�?Bantuan ini sifatnya simultan. Namun, jika kelompok itu dianggap mapan dan mampu meningkatkan roda usahanya sendiri, maka diberikan kepada kelompok lain,a�? katanya.

Dikatakannya, yang menjadi kendala selama ini adalah minimnya jumlah pendamping. Idealnya jumlah pendamping Kube sebanyak 40 orang.

a�?Karena biar bagaimana pun, pendamping merupakan ujung tombak keberhasilan usaha mereka. Salah mengelola, maka berdampak hukum,a�? ujarnya.(dss/r14)

Berita Lainnya

Jalur Aik Berik tak Dibebani Target PAD

Redaksi LombokPost

Maulid, Momentum Jaga Persatuan Umat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost