Lombok Post
Giri Menang

Warga Kerandangan Geruduk Vila Raja

Vila Raja
BERKUMPUL-Warga Dusun Kerandangan Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar menggelar aksi menuntut hak mereka untuk diberdayakan pada pengelola Vila Raja, kemarin. (31/7)

GIRI MENANG – Warga Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, menggelar protes terbuka pada pengelola Vila Raja di dusun setempat. Soalnya, pengelola vila berinvestasi tanpa ada niat memberdayakan masyarakat.

Aksi protes digelar kemarin (31/7). Semenjak mulai pembangunan Vila Raja ini, diketahui tak satupun warga yang diberdayakan. Baik hanya sekadar sebagai kuli proyek maupun sebagai penjaga kamanan misalnya. Justru pengelola memanfaatan tenaga dari luar tanpa mengikutsertakan warga sekitar.

“Tak satupun warga kami yang diberdayakan,” ungkap Mastur, Ketua Karang Taruna Desa Kerandangan pada Lombok Post, kemarin (31/7). Mastur termasuk salah seorang warga yang melayangkan protes ke pengelola vila.

Dia mengatakan, masyarakat sebetulnya hanya menuntut pihak pengelola supaya memberdayakan masyarakat setempat. Tidak lebih dari itu. Sejak Januari tahun lalu kata dia, masyarakat sudah melayangkan tuntutannya tersebut kepada pihak pengelola. Akan tetapi pihak pengelola hanya menjanjikan kepada masyarakat saja tanpa merealisasikan.

Seharusnya pihak investor segera merekrut pekerja maupun pegawai dari warga setempat seperti yang terdapat pada amanat undang undang dan peraturan investasi. Yaitu setiap investor memberikan jatah atau lowongan pekerjaan kepada warga setempat sebesar 30 persen. a�?Kami hanya menuntut hak kami saja, dan tidak hanya menjadi penonton,” jelasnya.

Lebih mengherankan lagi, masyarakat setempat tidak mengetahui adanya izin dari proyek tersebut untuk melakukan pembangunan di wilayah tempat tinggal mereka. “Kami tidak pernah mengetahui adanya izin pembangunan di daerah lingkungan kami. Tiba-tiba saja ada pembangunan tanpa ada persetujuan atau mengadakan pertemuan terlebih dahulu dengan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Kepala Desa Senggigi Muhammad Ilham mengungkapkan, pihaknya tidak pernah menandatangani atau memberikan izin terkait pembangunan vila tersebut. Pihaknya juga sangat menyayangkan tindakan pengelola yang tidak pernah memberdayakan masyarakat setempat dalam pembangunan proyek tersebut. “Saya merasa tidak pernah menandatangani izin apapun,” jelasnya.

Sementara itu, pihak pengelola Vila belum bisa ditemui untuk memberikan tanggapan terkait tuntutan warga tersebut. (cr-rid/r12)

Berita Lainnya

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost