Lombok Post
Headline Metropolis

Hypermart Julat

Hypermart kebakaran
HANGUS: Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar hampir semua gedung pusat perbelanjaan Hypermart di Central Plaza, Abian Tubuh, Mataram

MATARAM – Pusat perbelanjaan Hypermart di Central Plaza, Kelurahan Abian Tubuh, Mataram julat (terbakar). Gedung yang baru diresmikan pada 27 Juli 2013 tersebut ludes dilalap si jago merah, sekitar Pukul 05.30 pagi kemarin (02/08). Besarnya kobaran api membuat hampir semua gedung dan isinya hangus.

Terbakarnya salah satu pusat perbelanjaan terbesar ini membuat warga panik, terutama yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Warga pun berhamburan keluar, namun tidak bisa berbuat banyak. Luasnya komplek pertokoan dan besarnya kobaran api tidak bisa dipadamkan dengan cara manual.

Beberapa warga malah terlihat memanfaatkan momen tersebut untuk selfi (foto-foto). Banyaknya warga yang penasaran ingin melihat kebakaran justru menjadi kendala bagi petugas yang berusaha memadamkan api.

Kebarakan baru diketahui sekitar pukul 05.30 Wita, saat Hypermart belum dibuka. Menurut kesaksian Rony, salah seorang anggota security, kebakaran berawal dari percikan api di bagian selatan toko yang merupakan lokasi penjualan barang eletronik.

Sebelum api membesar, sekitar empat orang petugas sempat berupaya mematikan percikan api dengan alat pemadam api ringan (apar), tapi tidak bisa. Karena kobaran api semakin besar, mereka akhirnya lari menyelamatkan diri.

Ia dan rekan-rekannya pun berusaha mencari pertolongan, salah satunya dengan menelopon pemadam kebakaran. Sebelum pemadam tiba, api sudah membesar dan membakar sebagian besar pertokoan.

Sebelas mobil pemadam kebakaran dibantu dua unit mobil watercanon milik polisi dikerahkan untuk memadamkan api. Mobil-mobil tersebut harus bolak balik mengisi air. Sementara mobil tangga yang mampu menjangkau gedung tinggi tidak berfungsi saat tiba di lokasi. Dan api baru bisa dipadamkan total pada siang hari.

Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Mataram Abdul Kadir mengatakan, petugasnya sudah berupaya keras agar api tidak membesar. Namun luasnya area dan sulitnya mematikan titik api di bagian tengah membuat upaya pemadaman tidak mudah.

Kondisi ini diperparah dengan sulitnya pertugas mencapai lokasi karena arus lalu lintas yang terhambat, serta ratusan warga yang bejubel di pintu masuk Hypermart. Mobil tangga tidak berfungsi disebabkan sekring putus saat akan digunakan.

Saat itu operator yang ahli sedang tidak bertugas. Sementara petugas baru yang terburu-buru salah cara menggunakan alat sehingga salah satu bagian putus. Sementara untuk jumlah personil yang diturunkan sekitar 70 orang lebih, dibantu Tagana, polisi dan TNI.

a�?Tapi hampir semua mobil dan peralatan yang kita gunakan berfungsi,a�? terangnya.

Satu orang petugas pemadam sempat mengalami kelelahan dan lemas sehingga harus dirawat tim medis. Namun setelah beberapa menit ia kembali normal.

Kapolres Mataram AKBP Bambang Sumitro memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang membakar gerai ke-87 Hypermart tersebut. Sementara mengenai penyebab kebakaran pihaknya belum bisa memastikan. a�?Kita belum bisa berandai-andai, karena perlu pendalaman lebih lanjut. Seperti kita ketahui, di dalam gedung banyak terdapat barang mudah terbakar. Itu yang menyebabkan api mudah membesar,a�? terangnya.

Lokasi langsung diberi garis polisi untuk mencari petunjuk penyabab kebakaran. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan laboratorium forensik Polri untuk memeriksa dan mendalami penyebab kebakaran.

Bambang mengakui, proses pemadaman api terkendala dengan banyaknya masyarakat yang mendekat ke lokasi kebakaran. Sehingga menghambat lalulintas mobil pemadam kebakaran dan watercanon yang akan masuk ke lokasi kebakaran.

Selain itu, banyaknya barang yang mudah terbakar di dalam gedung membuat api sulit untuk dipadamkan. Sarana pemadaman api yang terbatas, dan lokasi kebakaran yang luas juga menjadi penghambat proses pemadaman api.

a�?Melihat kondisinya, hampir seluruhnya terbakar, sekitar 90 persen,a�? kata Bambang.

Walau demikian, lanjutnya, ia sangat mengapresiasi masyarakat yang tidak melakukan tindakan penjarahan barang yang biasa terjadi. Hal ini sudah diantisipasi kepolisian bersama TNI yang menurunkan dua pleton anggotanya untuk mengamankan lokasi kejadian.

Petugas memagar TKP dengan seng agar tidak menjadi pusat tontonan dan mengamankan TKP untuk proses penyidikan lebih lanjut sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Semenatra itu, Manager Hypermart Urip Harianto mengatakan, total kerugian belum dihitung secara pasti. Namun ia memperkirakan kerugian mencapai puluhan miliar. a�?Tidak sampai ratusan, ya sekitar itu (puluhan miliar),a�? katanya.

Mengenai sistem perlindungan dan fasilitas pemadaman kebakaran, Urip mengklaim pihaknya sudah siaga sejak awal. Sistem perlindungan sudah disiapkan dengan baik. Penjagaan toko tetap seperti biasa. Kalau pagi sekitar empat orang berjaga-jaga. Apar maupun hydran juga tetap berfungsi.

a�?Apar tidak ada yang dimatikan, semua berjalan normal. Tapi karena api cepat jadi kita tidak menguasai lagi apinya,a�? terangnya.

Sejauh ini penyebabnya belum diketahui, pihaknya juga masih meminta informasi terlebih dahulu dari petugas yang jaga.

Urip menjelaskan, untuk mengetahui penyebab kebakaran pihaknya juga akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim Laboratorium Forensik Mabes Polri. Serta yang memiliki kewenangan menjelaskan adalah dari Hypermart pusat. a�?Lebih detailnya kami masih menunggu dari pusat dan hasil laboratorium,a�? tegas Urip.

Adapun dugaan kebakaran akibat puntung rokok seperti yang santer diperkirakan, masih belum dipastikan. Karena Hypermart sendiri merupakan kawasan bebas asap rokok. a�?Jadi tidak mungkin juga disebabkan puntung rokok,a�? imbuhnya.

Lebih jauh dikatakan, secara kronologis setiap minggu pagi ia bersama karyawan menjalani rutinitas melakukan senam pagi. Namun sesampai dilokasi api sudah membesar dan membakar seluruh bangunan. Sehingga pihaknya menghubungi pemadam kebakaran. a�?Bahkan smartphone saya yang memiliki koneksi bila terjadi insiden kebakaran pun berbunyi setiba di sini,a�? tambahnya.

Akibat kebakaran itu, pihaknya mengakui belum tahu pasti kerugiannya. Namun diperkirakan lebih dari puluhan miliar rupiah. Lantaran, hampir seluruh bangunan dan barang yang dijual ikut hangus terbakar. Namun pihaknya tidak menerima laporan korban jiwa.

Selama proses pengamanan dan penyidikan berlangsung, lanjutnya, 80 karyawan yang biasa bertugas tidak diliburkan pihak manajemen. Mereka dialihkan bertugas di Hypermart Lombok Epicentrum Mall (LEM).

a�?Karyawan tetap aman, mereka kami alihkan ke sana (Hypermart LEM, red) dan sudah dikoordinasikan,a�? katanya.

Senada, Head of Corporate Communication PT Matahari Putra Prima Tbk Fernando Repi mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan kepastian mengenai penyebab dan kerugian yang diperoleh akibat insiden kebakaran tersebut. a�?Kerugian ini masih dibahas dulu dengan pengelola gedung, supplier dan lainnya. Kami belum bisa memberi keterangan yang diduga-duga. Tunggu dari pihak berwajib,a�? kata Fernando.

Mengenai langkah kedepannya, Hypermart akan menunggu hasil investigasi. Baik karyawan maupun masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Adapun pengklaiman asuransi, diakuinya juga belum dibahas lebih lanjut. a�?Bila sudah ada perkembangan kami akan segera informasikan kepada media,a�? pungkasnya.

Di tempat terpisah Agung, salah seorang warga yang menjadi saksi kejadia menuturkan kemungkinan api berasal dari ledakan tabung gas elpiji yang kemudian menjalar ke seluruh bagian. a�?Apinya cepat besar karena semua barang yang ada di Hypermart ini mudah terbakar,a�? jelasnya.

Sekadar diketahui, asap yang disebabkan kebakaran membuat beberapa wilayah Kota Mataram tertutup kepulan asap hitam. a�?Saya pikir asap apa tadi pagi-pagi di depan rumah. Saya nggak nyangka kalau itu asap kebakaran Hypermart. Soalnyarumah saya kan jauh. Di Jempong,a�? terang Linda, salah seorang warga.(ili/ewi/ton/r8)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post