Metropolis

NW Turut Cerdaskan Anak Bangsa

ANJANI – Awal tahun 1953 merupakan momentum penting lahirnya organisasi keagamaan terbesar di NTB, yaitu Nahdlatul Wathan (NW). Itulah kelahiran organisasi dengan manajemen modern pertama di NTB.

Sebuah organisasi yang didirikan oleh seorang Kyai cerdas, Al-Magfurulah Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, ulama lulusan Madrasah Al-Shaulatiyah, Makkah.

Nahdlatul Wathan, berasal dari dua suku kata dalam bahasa arab, yaitu kata Nahdlah yang berarti kebangkitan dan kata Wathan yaitu tanah air. Sehingga Nahdlatul Wathan berarti kebangkitan negeri (kebangkitan sebuah bangsa). Ini tercermin dalam kiprahnya yang terus bergerak dalam bidang pendidikan, sosial dan dakwah Islamiyah.

a�?NW sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan anak-anak bangsa di NTB, dan Indonesia secara umum,a�? ujar Ketua Umum Dewan Tandfidziah PBNW Ummi Hj Sitti Raihanun ZAM dalam sambutan di Hultah Akbar NWDI ke-80 dan Haul ke-18 Pendiri NWDI, NBDI, dan NW di Anjani, kemarin (2/8).

Ummi Raihanun, dalam sambutannya menceritakan sedikit tentang perjuangan madrasah Al Magfurulah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam mendirikan NW.

Cikal bakal pendirian NW oleh Maulana Syaikh, bermula dari Pesantren Al Mujahidin, Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Sejak awal pendirian madrasah tersebut, terdorong karena ingin memajukan masyarakat yang pada saat itu masih dalam kebodohan dan keterbelakangan akibat tekanan penjajahan.

a�?Banyak rintangan yang beliau hadapi ketika memulai mendirikan pesantren. Penolakan-penolakan dari masyarakat kerapkali terjadi,a�? ujarnya.

Hingga satu ketika, lanjut Ummi Raihanun, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, diberikan dua pilihan oleh para tuan guru yang ada di Lombok Timur. Apakah ingin menjadi imam dan khotib di masjid agung atau tetap mendirikan madrasah.

a�?Akhirnya beliau memilih untuk tetap mendirikan madrasah. Pemikiran beliau, sudah jauh kedepan melampaui zamannya. Dengan madrasah dan pendidikan dari pesantren, akan menciptakan imam dan khotib untuk mengisi masjid. Tidak hanya di Lombok Timur, tapi juga di NTB,a�? tuturnya.

Akibat memilih untuk tetap mendirikan madrasah Al Magfurulah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid tidak diperbolehkan untuk salat Jumat di Masjid Agung. Sehingga, beliau dengan bersabar, setiap menjelang salat jumat, menaiki cidomo menuju masjid di Labuhan Haji.

Sebagai penerus Al- Magfurulah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Ummuna Raihanun dididik langsung oleh kedua orang tuanya. Ia mengatakan, seluruh aktivitas Maulana Syaikh telah mengajarkannya untuk terus berjuang, mengembangkan dan memajukan pendidikan untuk memperjuangkan organisasi NW.

Perkembangan NW, dibawah kepemimpinan Ummi Raihanun sangat pesat. Pertumbuhan jumlah madrasah, baik itu madrasah NW, madrasah NWDI dan madrasah NBDI, yang hingga kini mencapai 1027 madrasah di seluruh Indonesia.

a�?Alhamdulillah, hingga kini sudah ada 280 lembaga pendidikan yang bertambah, sejak tahun 1998. Ini merupakan tujuan NW untuk memajukan pendidikan di tanah air Indonesia melalui madrasah-madrasah NW,a�? ungkapnya.

Sementara itu, dalam sambutan ketua panitia yang juga merupakan Ketua Pengurus Wilayah NW NTB Raden TGB HL M Zainuddin Atsani mengatakan, NW itu hanya satu, tidak dua, apalagi tiga. a�?Sejak awal didirikan oleh Al- Magfurulah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, hanya ada satu NW,a�? ujarnya.

Kiprah NW dari tahun ke tahun semakin berkembang. Perjuangan Al- Magfurulah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dilanjutkan oleh Ummuna Hj Siti Raihanun Abdul Madjid.
a�?Ummuna Raihanun inilah yang mendirikan yayasan pondok pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan di Anjani,a�? tegasnya di depan ribuan jamaah.

Menurutnya, di yayasan pondok pesantren Syaikh Zainuddin NW, perkembangan organisasi NW berjalan dengan pesat. Hingga saat ini, Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani telah mengasuh 8.421 santri. a�?Jumlah tersebut sesuai dengan apa yang kita catat, tidak ada kita lebih-lebihkan atau dibuat-buat,a�? jelasnya.

Dalam Hultah Akbar NWDI ke-80 dan Haul ke-18 Pendiri NWDI, NBDI, dan NW Al- Magfurulah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, di Anjani, hadir beberapa tokoh NTB dan Nasional. Tuan Guru dan Kyai dari negara sahabat juga turut hadir. Diantaranya Pimpinan Yayasan Pendidikan Ash Shofa Malaysia Al Allamah Dato Syaikh H Muhammad Fuad bin Kamaluddin, Mudir Madrasah As Shaulatiyyah Makkah Al Mukarramah Al Allamah Syaikh Majid Said Masa��ud Salim Rahmatullah Al Hindi Al Makki, dan Al Allamah Syaikh Ayyub Abkar Asad Ali Al Ahdal Al Yamani Al Makki.

Hultah yang berlokasi di Anjani, sejak minggu pagi didatangi puluhan ribu jamaah NW. Sepanjang jalan menuju lokasi acara, berjejer lapak-lapak dadakan yang turut meramaikan Hultah NW.(cr-dit/r8)

Related posts

Transaksi Non Tunai Wajib, kecuali THL

Redaksi Lombok Post

Jannah Travel Resmi Hadir di Lombok

Harga Terus Meningkat

Redaksi Lombok Post

Leave a Comment