Lombok Post
Selong

Hidup Seadanya, Minim Bantuan dan Perhatian

REOT: Seorang kakek saat tertidur di gubuk reotnya yang berada di pesisir Pantai Seriwe, Lombok Timur beberapa waktu lalu.

Masyarakat pesisir menjadi salah satu kelompok warga yang kerap terpinggirkan. Mereka seolah dipaksa hidup seadanya dengan bantuan dan perhatian yang sangat minim.

***

Seorang kakek tua terlihat hanya termenung di depan gubuknya. Tak ada aktifitas apapun yang dilakukan pria 70 tahun itu. Dia yang dulunya merupakan nelayan tangguh, kini hanya mengisi hari tua dengan berdiam di rumah reotnya. Tak lama, Kek Ahmad, begitu ia biasa dipanggil sudah tertidur pulas di sebuah dipan sederhana pada bagian depan rumahnya itu.

Berpuluh-puluh tahun menjadi pelaut tak lantas membuatnya bisa hidup bahagia di ujung usia. Buktinya ia masih harus tinggal di gubuk yang seolah tinggal menungu untuk rubuh itu. Jelas terlihat kalau rumah berukuran 3×3 itu sudah miring ke belakang.

Itulah mengapa sejumlah kayu terlihat di pasang miring untuk menopang rumah reot itu. Dengan atap ilalang yang selalu bocor saat hujan, plus dinding bedek dengan lubang di sana-sini Kek Ahmad mencoba bertahan hidup.

a�?a��Biasanya tiap tahun rumah itu selalu roboh,a�? kata Ruslan, salah seorang tetangganya.

Wajar saja roboh, rumah itu memang sudah renta seperti pemiliknya. Terlebih letaknya ada di pinggir pantai. Saat angin kencang menerjang, hampir pasti rumah itu tak akan bisa bertahan. Kalau itu terjadi, tentu saja ia hanya bisa mengungsi ke rumah sanak saudara yang lebih aman. Rumah itu bukanlah satu-satunya rumah reot di Seriwe, Lombok Timur. Disepanjang pesisir pantai itu, dengan mudah bisa ditemui rumah serupa yang sebenarnya tak layak disebut sebagai hunian masnusia.

a�?a��Banyak yang seperti itu,a�? kata Abdul Hamid, Kades Seriwe, Kecamatan Jerowaru.

Dia mengatakan sudah mengusulkan bantuan untuk puluhan rumah yang terancam roboh. Namun hingga kini belum ada kejelasan. Kalaupun bantuan datang, dipastikan tidak untuk semua. Hanya beberapa saja yang bisa dikabulkan pemerintah. Karena itulah masyarakat pesisir Seriwe harus bertahan dengan tangan mereka sendiri.

a�?a��Kami harus hidup seadanya dengan bantuan dan perhatian yang minim,a�? jawabnya. (wahyu)

Berita Lainnya

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost