Lombok Post
Politika

Syafruddin Bahas Kerja Sama Indonesia-Kuba Mataram

Indonesia-Kuba

MATARAM – Anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTB HM Syafrudin, ikut membahas kerja sama antara Indonesia dan Kuba sepanjang 1-7 Agustus 2015. Wakil Rakyat asal Bima ini turut serta dalam kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Kuba.

Menurut Syafrudin, salah satu agenda kunjungan tersebut adalah rapat dengar pendapat dengan Duta Besar RI untuk Kuba, Teiseran Foun Cornelis, Duta Besar RI untuk Meksiko Yusra Khan dan Duta Besar RI untuk Panama, Dwi Ayu Arimami.

a�?Kuba dan Indonesia memiliki hubungan politik yang cukup erat khususnya terkait pemberian saling dukung bagi pencalonan kedua negara di berbagai Organisasi Internasional,a�? ujar Syafrudin kepada wartawan, kemarin.

Syafrudin menjelaskan, Kuba adalah negara terbesar di kawasan Karibia dengan luas wilayah 109.884 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 11 juta jiwa. Itu sebabnya, negara ini dipandang sangat penting bagi kawasan.

Saat ini seluruh kehidupan negara dan masyarakat dikendalikan pemerintah Sosialis Komunis Kuba (etatisme) melalui Organisasi Partai Komunis Kuba (Partido Comunista de Cuba/PCC) yang merupakan partai tunggal.

Saat ini kata dia, Kuba terus tumbuh, meskipun banyak yang meragukan masa depan Kuba, terutama setelah Fidel Castro turun dari tampuk kepemimpinan. Nyatanya, masa transisi Kuba berjalan cukup mulus.

Dasar dan falsafah negara kesatuan Republik Kuba adalah ideologi Sosialisme-Komunisme dipadu dengan nasionalisme yang dikembangkan oleh Jose Marti, seorang penyair, tokoh Ideologi dan pejuang kemerdekaan Kuba.

Republik Kuba memiliki lembaga tertinggi yang disebut dewan negara, terdiri dari seorang ketua dewan negara sebagai kepala negara dan enam wakil. Di samping itu ada dewan menteri yang terdiri dari seorang ketua dewan menteri (sebagai kepala pemerintahan) dan 6 wakil ketua serta sejumlah menteri kabinet.

Ketua dewan negara dan ketua dewan menteri dipegang oleh Presiden Raul Castro Ruz sedangkan wakilnya Jose Ramon Machado Ventura. Syafrudin menilai, sejak tahun 2008, mulai terlihat tanda kebangkitan perekonomian Kuba.

Sejak tahun 2008, pemerintah Kuba mengizinkan warganya menikmati beberapa kemewahan yang sebelumnya dilarang seperti menginap di hotel berbintang, memiliki telepon seluler dan membeli peralatan elektronik serta menyewa mobil.

Kebudayaan Kuba diwarnai pengaruh Spanyol dan Afrika. Sistem Informasi bersifat terpusat dan tertutup. Semua media dikontrol pemerintah Kuba di bawah koordinasi berbagai instansi terkait yaitu Kementerian Komunikasi, Kementerian kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri.

a�?Pada tanggal 22 Agustus 2014 telah ditandatangani perjanjian pertukaran berita antara Kantor Berita Indonesia ANTARA dengan kantor berita Kuba Latin American News Agency Prensa Latina S.A,a�? pungkasnya. (tan/r12/*)

Berita Lainnya

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

KPU Sumbawa Gencarkan Sosialisasi

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Produk Olahan Pertanian Bisa Jadi Peluang Usaha Emak-Emak

Redaksi LombokPost

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post

Wajib Atasi Masalah Tanpa Masalah

Redaksi LombokPost

Dianggap Tak Berimbang, TV ini Diboikot Prabowo-Sandi

Redaksi LombokPost

Gagal, Caleg PAN NTB Akan Dapat Kompensasi

Redaksi LombokPost

Nurdin Rangkul FKPPI NTB

Redaksi LombokPost