Lombok Post
Kriminal

Awas, Pelakunya Orang Terdekat

Amoral-kekerasa-pelecehan-jpnn

MATARAM – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB mencatat, kasus pelecehan seksual terhadap anak terus meningkat. Parahnya, sebagian besar pelaku adalah orang terdekat korban.

“Kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di NTB, dari tahun ke tahunnya selalu meningkat,” kata Ketua Divisi Pelayanan Penanganan Kasus LPA NTB Joko Jumaidi di Mataram, kemarin (10/8).

Dikatakan, laporan terkait adanya pelecehan seksual tersebut terjadi secara merata, baik di daerah kabupaten maupun kota. Akibat pelecehan seksual itu anak-anak yang menjadi korban trauma.

“Kasus terakhir yang kami terima itu terjadi di wilayah Monjok, Kota Mataram. Jadi kasus ini merata terjadi di seluruh NTB,” ucapnya.

Kasus pelecehan seksual terhadap anak yang berujung dengan kehamilan di tahun 2015 saja, bebernya, mencapai lima laporan. Bahkan, jika melakukan pendataan di sejumlah panti penampungan dan rehabilitasi yang ada di NTB, salah satunya di Panti Sosial Paramita, tercatat lebih dari 20 kasus.

a�?Ini menjadi perhatian dari kami, karena anak-anak merupakan masa depan bangsa,a�? jelasnya.

Kemudian, untuk para pelaku yang melakukan pelecehan seksual tersebut, tidak lain berasal dari orang-orang di sekitar korban, seperti paman, ayah, kakek, maupun pacar korban. Orang terdekat, tentunya pandai memanfaatkan situasi. Sehingga tahu kapan untuk beraksi.

a�?Pelaku dari pelecehan pasti tidak jauh-jauh dari keluarga dekat,a�? ungkapnya.

Lebih lanjut, saat ditanya faktor penyebab meningkatnya kasus pelecehan seksual terhadap anak, Joko mengatakan banyak hal. Salah satunya, kemajuan teknologi yang disalahgunakan.

“Seiring kemajuan teknologi, seperti adanya internet, banyak masyarakat yang tidak tepat menggunakannya. Sehingga berujung dengan kekerasan seksual,” ujarnya.

Ditambah lagi dengan pola asuh yang diterapkan pihak orang tua maupun keluarga kepada anak. Para orang tua, sudah seharusnya memantau terus perkembangan anak dengan ketat.

“Pantauan orang tua terhadap perilaku anak masih tergolong rendah, ini juga menjadi faktor pemicunya,” pungkas Joko.(cr-dit/r7)

Berita Lainnya

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

Kapolres Imbau Masyarakat Menahan Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik LHK Lakukan Langkah Konfrontir

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

PPK Masuk Bui, Rekanan Tak Kunjung Diadili

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost