Lombok Post
Metropolis

Hebat, NTB Pertahankan Gelar Penyaji Terbaik

PERTAHANKAN GELAR : Penampilan tim musik tradisi remaja NTB saat pentas di Museum Fatahillah Jakarta pada Festival Nasional Musik Tradisi Remaja yang digelar 5–9 Agustus.

MATARAM – Tim kesenian musik tradisi remaja NTB yang mementaskan musik tradisi a�?Selemor Atea�? meraih predikat penyaji terbaik dalam Festival Nasional Musik Tradisi Remaja 2015. Dalam kegiatan yang berlangsung di Museum Fatahillah Jakarta, 5-9 Agustus tersebut, tim yang dibina Taman Budaya Provinsi NTB ini berhasil mempertahankan status penyaji terbaik yang disandang NTB tahun sebelumnya.

a�?Kalau tahun sebelumnya musik tradisi anak-anak,a�? kata Kepala Taman Budaya Provinsi NTB Endah Setyorini, kemarin (10/8).

Prestasi yang diraih dua tahun berturut-turut ini, kata Endah, membangkitkan semangat para seniman di NTB. Sebagai juara pada tahun 2014, tim NTB berangkat ke Jakarta dengan beban berat di pundak. Penampilan tahun ini harus lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

a�?Menegangkan, karena lebih sulit mempertahankan ketimbang mengejar juara,a�? kata perempuan berjilbab ini.

Untuk memantapkan persiapan tim NTB, sejak awal Taman Budaya melakukan seleksi ketat. Tim yang dikirim adalah juara tingkat provinsi Festival Musik Tradisi Remaja. Seleksi dilakukan dari seluruh kabupaten/kota di NTB. Tim yang menang, selanjutnya dibina sebulan penuh oleh Taman Budaya. Pembinaan kali ini dilakukan seniman senior Mustakim Biawan (musik tradisi/mantan kepala Taman Budaya NTB), Sinyo (musisi), dan Salman Faris (teater). Selain itu, ketika proses seleksi, Taman Budaya mendatangkan juri dari nasional untuk memberikan masukan demi penyempurnaan.

a�?Alhamdulillah dengan persiapan matang ini penampilan NTB mendapat apresiasi juri dan termasuk penonton,a�? katanya.

Ketika pentas di Jakarta, tutur Endah, daerah lain mengapresiasi penampilan tim NTB. Selain mampu memainkan musik tradisi, tim dari NTB juga sangat atraktif. Penampilan tidak membosankan. Bahkan sejak awal pentas, hingga akhir, setiap permainan musik dipadu gerakan para pemain yang berstatus pelajar ini sangat dinamis. Dibandingkan daerah lainnya, banyak yang terkesan monoton dan membosankan.

Prestasi tahun lalu, kata Endah, diakui juga dunia internasional. Itu terbukti ketika ada kegiatan kesenian di Malaysia, tim dari NTB diundang pentas. Tim musik tradisi anak-anak dari NTB yang juara nasional menjadi tamu istimewa. Mereka pentas dalam kegiatan internasional.

a�?Semoga tahun ini ada undangan lagi event internasional,a�? harapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) NTB HL Faozal mengapresiasi prestasi tim musik tradisi remaja. Keberhasilan menyabet gelar penyaji terbaik ini menjadi pembuktian anak-anak NTB memiliki talenta. Apalagi gelar ini didapat dua tahun berturut-turut. Kepada Taman Budaya, Faozal berpesan agar terus melakukan pembinaan. Prestasi yang diraih saat ini harus mampu dipertahankan.

a�?Ini menjadi motivasi untuk pembinaan,a�? katanya.

Bagi masyarakat NTB, keberhasilan ini juga menegaskan eksistensi Taman Budaya Provinsi NTB sebagai laboratorium seni. Taman Budaya bukan sekadar ruang terbuka tempat pertunjukan. Berbagai kreasi seni, salah satunya musik tradisi, lahir dari Taman Budaya.

a�?Ke depan peran Taman Budaya untuk mendesain seni dan budaya NTB akan kami dukung dengan perbaikan fasilitas,a�? kata Faozal.

Saat ini, melalui pemerintah pusat, Taman Budaya didukung dana Rp 6,3 miliar. Dari jumlah itu, Rp 5,9 miliar digunakan untuk pembenahan fisik gedung pertunjukan. Ketika sudah rampung, gedung pertunjukan Taman Budaya NTB setara dengan gedung pertunjukan Taman Ismail Marzuki (TIM).

Sebagai bentuk apresiasi tim musik tradisi remaja, pada malam syukuran peringatan 17 Agustus, mereka akan diberikan ruang untuk tampil khusus di hadapan seluruh tamu. Malam syukuran dengan tajuk a�?Ikhtiar Tiada Henti NTB untuk Indonesiaa�? itu akan mengundang para tamu kehormatan.

a�?Kalau tahun-tahun sebelumnya monoton kegiatan syukuran 17 Agustusan, sekarang lebih semarak. Termasuk penampilan tim yang baru saja juara nasional ini,a�? katanya.

Selain itu, para duta seni musik tradisi NTB ini akan pentas di pembukaan Bulan Budaya Lombok Sumbawa. Di hadapan ribuan tamu undangan dan penonton, mereka akan dikenalkan sebagai para juara yang membuat harum nama NTB di kancah nasional.

a�?Pementasan mereka sebagai pembuka acara,a�?kata Faozal. (fat/r7/r2)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post