Lombok Post
Headline Tanjung

Pemkab KLU Lempar Masalah ke Dusun

RUMAH KUMUH: Di rumah yang tak masuk kategori tidak layak huni inilah, Inaq Suniah tinggal bersama anakanya Suryadi

TANJUNG – Pemkab Lombok Utara memastikan kalau tidak seluruh rumah tidak layak huni bisa diselesaikan dalam satu tahun. Namun, jika memang ada rumah yang benar-benar membutuhkan penanganan, tapi tidak masuk data base, maka itu sepenuhnya tanggung jawab dusun.

Penegasan ini disampaikan Kepala Seksi Penanggulangan Kemiskinan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Utara, Lasimudin, menyusul berit adi koran ini rumah milik Inaq Suniah tak tersentuh program bantuan rumah tidak layak huni puluhan tahun.

Lasimuddin mengakui kalau tahun ini pun, rumah Inaq Suniah kembali tak tersentuh bantuan yang bernama Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RSRTLH).

Pasalnya, dari SK penerima bantuan RSRTLH yang sudah dikeluarkan bupati Lombok Utara periode 2010-2015 Djohan Sjamsu, nama Inaq Suniah tidak tercantum dalam penerima bantuan.

Menurut dia, nama-nama penerima bantuan RSRTLH yang sudah di SK-kan merupakan usulan pihak dusun diketahui desa. a�?SK nya sudah keluar bulan Juli kemarin,a�? tandasnya pada wartawan kemarin (10/8).

Dijelaskannya, sebelum dibuatkan SK, pihak dusun dan desa yang mengusulkan nama-nama yang layak mendapatkan bantuan. Karena pihak dusun dan desa yang dinilai lebih mengetahui warganya. a�?Usulannya dari dusun dan desa.

Tetapi kita juga tetap verifikasi langsung ke penerima bantuan. Kita lihat apakah mereka memang benar layak mendapatkan atau tidak,a�? ungkapnya.

Lebih lanjut, Lasimudin mengatakan, proses verifikasi sendiri dilakukan oleh tim yang beranggotakan Dinsosnakertrans, kadus, kades, warga, tim pendamping, dan tenaga kerja sukarela kecamatan (TKSK). Dan hasilnya semua penerima bantuan yang diajukan memang memenuhi syarat dan layak mendapatkan bantuan.

a�?Kita juga sudah gelar musyawarah, dan dalam musyawarah itu tidak ada nama yang harus diganti,a�? katanya. Namun, jika memang ada yang harus diganti karena tidak memenuhi syarat, tentu kata dia akan dibicarakan dengan tim dan bisa digantikan dengan warga yang lain yang layak mendapatkan bantuan.

Untuk Desa Sigar Penjalin sendiri, tercatat ada empat dusun yang mendapatkan bantuan yakni Dusun Tembobor dua kelompok, Dusun Dasan Tatar satu kelompok, Dusun Berora satu kelompok, dan Dusun Penjalin satu kelompok. a�?Jika memang ada warga yang layak mendapatkan bantuan tetapi tidak masuk pada tahun ini, kita akan prioritaskan tahun berikutnya,a�? tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Inaq Suniah yang merupakan warga Dusun Tembobor tinggal bersama seorang anaknya Suryadi di rumah yang jauh dari kata layak. Dengan dinding bedek dan berlantai tanah, keduanya menghabiskan hari sejak puluhan tahun lalu tanpa pernah disentuh bantuan rehab rumah. (puj/r12)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost