Lombok Post
Headline Metropolis

Pemprov NTB Batal Tagih Utang Dividen DMB

Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Perekonomian NTB H Manggaukang Raba

MATARAM-Pemerintah provinsi NTB sepakat untuk menghapus targetA� pendapatan yang bersumber dari pembayaran piutang oleh PT Daerah Maju Bersaing (DMB). Alasannya, perusahaan dinilai tidak memiliki kemampuan untuk membayar.

a�?Nggak ada. Sudah kita nol kan kemarin (piuntang PT DMB) waktu rapat kerja dengan dewan,a�? kata Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Perekonomian NTB H Manggaukang Raba kepada Lombok Post, kemarin (10/8).

Sebelumnya, Pemprov NTB mengungkap besaran tunggakan dari PT DMB menembus angka Rp 51 miliar yang bersumber dari tunggakan sejak tahun 2012 hingga tahun 2014.

Untuk itu, eksekutif memang sempat menargetkan pembayaran piutang oleh PT DMB sebesar Rp 14 miliar dalam perencanaan perubahan APBD tahun ini. Namun, melihat kemampuan PT DMB saat ini,
eksekutif dan legislatif pun sepakat untuk mencoret target itu. a�?Karena uangnya gak ada, jadi ya dinihilkan,a�? kata Manggaukang.

Ia menjelaskan, performa PT DMB bergantung pada perusahaan-perusahaan mitranya yakni PT Multi Capital milik Bakrie Group. a�?DMB ini kan nerima dari multi capital. Tapi karena Multi Capital masih rugi dan gak ada yang masuk, jadi tidak bisa bayar dividen,a�? paparnya.

PT DMB di satu sisi memang berkomitmen untuk segera membayarnya setelah menerima pembayaran dividen dari PT Multi Daerah Bersaing dan advance deviden dari PT Multi Capital. a�?Kalau kita mau paksa tagih, DMB juga mau dapat uang dari mana,a�? kata Manggaukang.

Senada juga dijelaskan oleh Direktur PT DMB Andi Hadianto yang ikut dikonfirmasi Lombok Post, kemarin. Ia menegaskan bahwa kemampuan finansial DMB bergantung pada dividen yang diperoleh PT Multi Daerah Bersaing.

Sementara, PT MDB sendiri salah satunya juga bergantung pada PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Pasalnya, saham NTB di PTNNT sendiri mencapai sekitar Rp 8,6 triliun. Namun, sebagai salah satu perusahan tambang terbesar di Indonesia, PTNNT nyatanya juga belum mampu membayar dividen selama tiga tahun berturut-turut dengan alasan rugi.

a�?Kita pasti membayar kalau memang ada keuntungan dari PT MDB. Tapi kan sekarang masih rugi jadi belum memungkinkan untuk setor dividen,a�? jelas Andi.

Menurutnya, ini juga tak terlepas dari perekonomian secara global yang belum sepenuhnya membaik. Sehingga, banyak memang perusahaan multinasional yang mengalami kerugian. a�?Namanya bisnis kan wajar. Kalau tidak dapat dividen, itu sudah risiko,a�? pungkas pria yang juga menjabat sebagai ketua Koni NTB tersebut. (uki/r12)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post