Lombok Post
Headline Politika

Pendaftaran Rido Diselimuti Misteri

RIDO
BATAL: H Rosiady Sayuti dan H MNS Kasdiono saat deklarasi 28 Juli lalu. Pasangan balon wali kota dan wakil wali kota Mataram ini batal mendaftar ke KPU.

MATARAM – Wakil Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGH Mahalli Fikri menegaskan hingga saat ini belum ada arahan dari DPP Partai Demokrat terkait pendaftaran bakal calon kepala daerah di Kota Mataram. Padahal, hari ini adalah batas akhir perpanjangan pendaftaran.

Menurut dia, pendaftaran pasangan Rosiady Sayutia��HMNS Kasdiono (Rido) masih menunggu kondisi politik Kota Mataram. a�?Belum ada garis apa-apa, petunjuk apapun dari DPP secara institusi partai,a�? ujar Mahalli kepada Lombok Post kemarin (10/8).

Dikatakan, pasangan Rido yang diusung tiga partai politik yakni Partai Demokrat, PDI Perjuangan, dan Partai Gerindra pada prinsipnya akan mencalonkan. Hanya saja, pihaknya tidak mengetahui pasti kapan akan mendaftar ke KPU. Termasuk apakah akan mendaftar pada perpanjangan masa pendaftaran tiga hari yang sudah dimulai kemarin (10/8).

Mahalli yang juga Wakil Ketua DPRD NTB itu menegaskan, jika pasangan Rido tidak mendaftar pun, tetap tidak melanggar aturan apa-apa. Dia juga menyikapi pernyataan sejumlah pihak salah satunya Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin terkait gugatan hukum class action.

a�?Nggak ada masalah kalau ada aturannya seperti itu silahkan. Tetapi masyarakat dan Pak Wagub perlu mempertimbangkan apa itu sesuai hukum atau tidak,a�? tegas dia.

Sejauh ini, kata Mahalli, partai politik ataupun gabungan partai politik dan politikus punya hak yang sama. Begitu juga dengan pasangan Rido yang punya hak politik untuk bersikap. Maka itu, dia berharap semua pihak seyogyanya saling menghormati hak masing-masing terutama dalam mengambil keputusan politik.

Terpisah, Ketua DPD Partai Gerindra NTB H Willgo Zainar mengatakan, pihaknya belum membahas tentang mendaftar atau tidak mendaftar ke KPU baik di dalam ataupun di luar koalisi.

Menurut dia, hak dan daulat partai politik pengusung tidak dapat diintervensi apalagi di intimidasi pihak lain. a�?Kita harus sama-sama menghormati keputusan parpol sebagai proses belajar berdemokrasi,a�? katanya. Apalagi UU pilkada dan PKPU juga telah mengantisipasi bila ada calon tunggal dengan tahapan-tahapan yang sudah diatur.

Pendaftaran calon kepala daerah untuk pilkada Mataram diperpanjang tiga hari dan akan berakhir besok. Jika hingga tenggat waktu yang sudah diberikan ternyata pasangan calon Walikota dan calon wakil walikota Mataram tetap tunggal, maka sesuai ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 12/2015, pilkada Mataram ditunda hingga pemilu serentak berikutnya tahun 2017. (tan/r12)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost