Lombok Post
Sportivo

Rossi Tak Boleh Main Aman Lagi

BELUM MENYERAH: Pebalap Repsol Honda Marc Marquez (kanan) saat duel dengan pebalap Movistar Yamaha Jorge Lorenzo (kiri) saat GP Indianapolis, Amerika Serikat, dinihari kemarin (10/8).

INDIANAPOLIS – Legenda hidup MotoGP Valentino Rossi pernah mengatakan bahwa balapan bukan sekedar soal menang atau kalah. Tapi juga memberikan hiburan seru kepada para penonton. Azas itu yang sekarang ini mulai di copy-paste oleh juara bertahan dua musim terakhir, Marc Marquez.

Membalap dengan sangat tenang. Menguntit lawan di depannya dengan sabar. Lalu mencuri kemengan di lap-lap terakhir. Gaya bertarung yang sudah menjadi trademark Valentino Rossi itu ditirunya di Indianapolis dinihari kemarin (10/8). Marquez merengkuh kemenangan keenamnya secara beruntun di sirkuit Amerika Serikat dengan memecundangi bintang Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo saat balapan menyisakan tiga lap.

Sebenarnya gaya yang sama juga dipamerkan The Doctor -julukan Rossi- di balapan tersebut. Korbannya teman satu tim Marquez, Dani Pedrosa. Lebih menghibur lagi, seperti seringkali dilakukannya, Rossi yang start dari grid tiga sukses merangsek ke barisan depan setelah melewati sejumlah rider di depannya, lalu mengajak Pedrosa berduel.

Pedrosa pun meladeni dengan senang hati hingga pertarungan jarak dekat terjadi. Beberapa kali saling bertukar tempat di depan, rider Spanyol itu akhirnya harus mengakui ketangguhan Rossi. Di Indianapolis kemarin, ada dua “Rossi” yang membalap dengan seting yang berbeda.

Ini benar-benar alarm bagi duo Yamaha. Marquez sudah mempertontonkan kematangannya dalam urusan mental. Balapan grusah-grusuh yang sering dia tunjukkan tidak terlihat lagi. Berduel dengan gaya “menang atau tidak sama sekali” sepertinya sudah dikeluarkan dari kamus balapnya.

“Aku tahu peluangku untuk menang adalah melakukan attack di akhir-akhir balapan. Dengan sisa tiga lap, aku ingin mengejutkan dia (Lorenzo),” katanya taktis. Si Semut Merah -julukan Marc- tanpa ragu mengatakan, keputusannya untuk tetap menempel Lorenzo di belakang setelah kalah start, karena tak yakin bisa langsung membuat jarak. “Ketika balapan, kau bisa tahu kapan kau harus attack,” serunya dikutip Autosport.

Rossi nyaris kehilangan banyak poin jika harus finis di luar podium. Pedrosa tampil maksimal dinihari kemarin. Kalau saja di lap terakhir, Rossi gagal menyalip Pedrosa, rider Italia itu dipastikan kehilangan tujuh poin di klasemen pembalap. “Untungnya ada dua atau tiga titik di trek dimana aku bisa melewatinya dan aku berhasil,” yakinnya.

Lepas balapan Indianapolis, tidak ada waktu istirahat cukup bagi rider-rider MotoGP. Karena setelah ini mereka sudah harus terbang ke Republik Ceko untuk melakoni balapan 16 Agustus mendatang.

Di Brno, Honda diperkirakan juga masih akan berjaya. Meskipun karakter trek 5,4 kilometer ini tidak akan terlalu menyiksa Yamaha. Diprediksi, Yamaha bakal tampil lebih baik daripada di Indianapolis. Empat musim terakhir Honda menjadi kampiun tak terkalahkan di sana.

Dengan memperpendek jarak menjadi 59 poin, Marc Marquez memang masih cukup jauh dari Rossi. Tapi ketenangannya saat membalap di Indianapolis adalah ancaman bagi siapapun yang mengajaknya berduel. Marquez menang di Brno saat melakoni musim debutnya di MotoGP, 2013 silam. Capaian yang pasti tidak bisa disepelehkan.

Bagi Rossi balapan di Brno akan menjadi sangat krusial, mengingat jaraknya dengan Lorenzo sudah semakin dekat. Di Indianapolis penyakit tampil buruk di sesi kualifikasi kambuh lagi. Kunci bagi Rossi untuk memenangi lomba adalah memulai balapan di grid terdepan, atau setidaknya baris kedua. Begitu kelemahan itu teratasi, sang maestro bakalan sulit dibendung. (cak/r10)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post