Lombok Post
Pendidikan

SMKN 5 Mataram Terpaksa Prakerin di Sekolah

PRAKERIN DI SEKOLAH: Jurusan tekstil SMKN 5 Mataram prakerin di sekolah lantaran minimnya DUDI bergerak dalam bidang seni budaya. Belum lama ini beberapa siswa dan pekerja membantik di sekolah yang menjadi tempat prakerin siswa jurusan tekstil.

MATARAM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Mataram kesulitan menempatkan siswanya melaksanakan praktik kerja industri (prakerin) untuk jurusan bidang seni budaya.Pasalnya, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) begerak dalam bidang seni budaya di NTB masih minim. Oleh sebab itu, jurusan keramik, logam, kayu, tekstil, dan jurusan kulit terpaksa prakerin di sekolah.

a�?Jurusan bidang seni budaya melaksanakan prakerin di sekolah. Pasalnya, jarang DUDi bergerak dalam bidang seni budaya,a�? kata Wakasek Humas SMKN 5 Mataram Ahyar.

Menurutnya, dengan prakerin di sekolah, ia dapat memanfaatkan tenaga siswa untuk lebih mengembangkan ilmunya. Kata dia, empat jurusan tersebut minim siswa, sehingga melaksanakan prakerin di sekolah. Kata Ahyar, prakerin yang biasanya dilaksanakan empat bulan, pihak sekolah hanya mengambil dua bulan. Prakerin SMKN 5 Mataram mulai dilaksanakan hari ini (Senin,red) sampai 2 Oktober mendatang.

Kata dia, jurusan seni budaya bisa melaksanakan prakerin di DUDI luar daerah seperti Jogja dan Bali. Namun terkendala biaya.

a�?Diluar daerah mereka harus mengeluarkan biaya kos dan makan,a�? katanya.

Menurut Ahyar, kelebihan prakerin di dalam daerah mudah dipantau dan tidak mengeluarkan biaya besar.A�Sementara untuk jurusan bidang teknologi seperti desain komunikasi visual dan teknik sepeda motor (TSM) pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan DUDI di daerah.

Ia mengatakan, untuk jurusan TSM pihaknya sudah ada kerja sama dengan pihak Yamaha. Disamping itu, ia banyak kerja sama dengan bengkel-bengkel sepeda motor untuk mengembangkan keterampilan siswa.

a�?Jurusan DKV kita kerja sama dengan advertising,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 5 Mataram H Tri Budi Ananto mengatakan, sebelum melaksanakan prakerin, terlebih dahulu ia sudah mempersiapkan peserta didik dengan ilmu sesuai dengan jurusan masing-masing. Sehingga saat berada di DUDI, siswa bisa membantu dan pada ujungnya bisa memperpanjang kerja sama dan bisa merekrut siswa bekerja. Tahun ini, jumlah siswa melaksanakan prakerin sebanyak 190. Jumlah tetsebut meningkat dibandingkan tahun lalu.

a�?Tahun lalu siswa yang prakerin dibawah angka ini,a�? ujarnya.(jay)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost