Lombok Post
Praya

Stok Air Loteng Disedot Lobar

MENYUSUT
Saluran Irigasi

PRAYA – Kekeringan lahan pertanian di Lombok Tengah (Loteng) membuat Komisi III DPRD setempat angkat bicara. Mereka menduga, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengatur pembagian alokasi irigasi yang dinilai merugikan Loteng. Hasilnya, justru menguntungkan petani daerah tetangga yaitu, Lombok Barat.

a�?Hal ini kami ketahui dari kondisi ril di lapangan. Semoga, ada jalan keluar dalam waktu dekat,a�? kata ketua Komisi III DPRD Loteng, M Humaidi, kemarin (10/8).

Dikatakannya, ada dua bendungan Loteng yang dimanfaatkan warga Lobar. Yaitu, bendungan Pengge dan Batujai. Airnya mengalir di sejumlah jaringan irigasi. Di tengah perjalanan disinyalir pengatur irigasi tidak mengindahkan aturan.

a�?Yang jelas, ketercukupan debit air di dua bendungan kita itu, tidak cukup untuk kebutuhan lahan pertanian kita. Karena, air banyak mengalir ke Lobar,a�? ujarnya.

Salah satu contoh, ungkapnya bendungan Batujai. Semestinya bendungan ini dimanfaatkan para petani di kecamatan Praya Barat Daya, Praya Barat dan Jonggat. Dengan luas area persawahan mencapai 2.800 hektare (ha) justru stok air tidak tercukupi. Akibatnya, gagal panen pun mengancam mereka.

Untuk mencari jalan keluar, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), pemerintah provinsi dan pusat. Dengan harapan, menyikapi permasalahan di dua benduangan yang dimaksud. Termasuk, meminta percepatan pembangunan Dam Mujur Praya Timur.

Dam Mujur itu, tersebut diyakini menjadi jawaban atas masalah kekeringan yang selalu dialami warga selatan Gumi Tatas Tuhu Trasna setiap tahunnya, baik kebutuhan pertanian maupun air bersih.

a�?Pihak BWS dan pusat memberi lampu hijau untuk pembangunan Dam Mujur itu. Namun, yang menjadi persoalannya sekarang adalah pembebasan lahan saja,a�? ujarnya.

Data yang dihimpun Lombok Post, dari total lahan yang harusnya disiapkan untuk Dam Mujur seluas 340 hektare (ha). Namun baru 11 ha yang bisa dibebaskan. Sisanya, masih tahap negosiasi. Total anggaran untuk kebutuhan pembebasan lahan, pembangunan fisik, hingga irigasi Dam Mujur mencapai Rp 1 triliun lebih. Rp 600-700 miliar diantaranya khusus untuk pembangunan fisik dam.

Provinsi pun menaruh harapan, anggaran sebesar itu dapat ditanggulangi bersama. 50 persen dibantu pusat, 50 persennya lagi, searing anggaran provinsi dan Pemkab Loteng. Jika Dam Mujur itu terwujud dalam beberapa tahun kedepan, maka Dam yang dimaksud dapat mengairi persawahan petani mencapai 10.121 ha.

a�?Kita terus mendorong intervensi pembangunan Dam Mujur dari pusat dan provinsi. Karena, kalau mengandalkan daerah, tidak cukup,a�? katanya.(dss/r14)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost