Lombok Post
Pendidikan

Ada Akik di Sekolah

KREATIF: Inilah hasil batu akik yang dibuat siswa SMP Terbuka 1 Gerung yang memiliki nilai ekonomis.

GIRI MENANG – Sebagian besar masyarakat memandang SMP Terbuka sebelah mata. Proses pembelajaran tidak maksimal karena dihuni siswa yang sebagian besar kurang mampu. Pandangan tersebut belum tentu benar. Didirikannya SMP Terbuka untuk menekan angka drop out.

Siswa yang kurang mampu dan malu bersekolah karena keterbatasan biaya bisa masuk dalam program pemerintah ini. Model pembelajaran diterapkan tidak ada bedanya dengan SMP negeri lainnya. Bahkan siswa SMP Terbuka ditekankan memiliki keteramilan. Seperti SMPN Terbuka 1 Gerung.

a�?Selain belajar kami juga mengembangkan keterampilan siswa,a�? Kata Kepala SMP Terbuka 1 Gerung H Junaedi.

Dikatakan, proses belajar mengajar dilaksanakan SMP terbuka sama seperti siswa reguler. Bedanya siswa SMP terbuka masuk siang karena ruang kelas tak cukup. Saat ini, keterampilan dikembangkan SMP Terbuka mengikuti trend. Yakni mengembangkan kerajinan batu akik. Bongkahan batu akik dibuat siswa menjadi cincin yang memiliki nilai ekonomi untuk dipasarkan.

a�?Hasil kerajinan batu akik siswa ini kami pasarkan,a�? akunya.

Proses pembuatan cincin dari bongkahan batu akik cukup ribet dan butuh konsentrasi.Jika tidak akibatnya fatal. Tangan siswa bisa terluka oleh gerinda. Saat membuat cincin, siswa memotong bongkahan batu. Setelah itu, mereka membentuk hingga finishing (menghaluskan).

a�?Satu bongkahan ini bisa menjadi puluhan cincin,a�? cetusnya.

Dikatakan, kerajinan batu akik modalnya dari guru. Mereka membeli bongkahan batu ke Sekotong Lobar. Ada beberapa cincin batu akik yang sudah dibentuk seperti akik kecubung, bacan, lumut yang memiliki nilai ekonomis. Harga batu akik ini bervariasi mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 250.

a�?Untuk akik kecubung harganya sekitar Rp 50 ribu. Untuk batu yang harganya mahal saperti zamrud, blue safir tak ada di sini,a�? katanya.

Ditambahkan, kerajinan batu akik di sekolah membuat SMPN Terbuka 1 Gerung Lobar menjadi perwakilan NTB dalam lomba motivasi belajar mandiri ( Lomojari) tingkat nasional. (jay/r13)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost