Lombok Post
Kriminal

Ini Baru Tangkapan Besar!

TANGKAPAN BESAR: Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol Prasetidjo Utomo (kiri) menunjukkan benih lobster yang rencananya akan dijual ke Vietnam, di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Mataram, Senin (11/8).

MATARAM – Polda NTB bersama Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Mataram, berhasil mengungkap penyelundupan benih lobster. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 43.500 benih lobster yang akan dikirim ke Vietnam disita jajaran Polda NTB.

a�?Penyelundupan ini digagalkan berkat koordinasi Polda NTB dengan Balai Karantina Ikan dengan pihak keamanan bandara,a�? kata Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol Prasetidjo Utomo di Kantor Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Mataram, Senin (11/8).

Berdasarkan informasi dari bandara, pihaknya mengetahui akan ada penyelundupan benih lobster. Informasi ini menyebutkan, mereka melihat ada pengiriman benih lobster yang dilakukan dua orang. a�?Saat itu juga dua orang tersebut ditangkap dan diamankan oleh keamanan bandara, kemudian dilaporkan ke Polda NTB,a�? ujarnya.
Penangkapan yang dilakukan terhadap kedua orang yang mengaku sebagai kurir ini, dilakukan pada hari Minggu (10/8) di Bandara International Lombok (BIL). Pelaku rencananya akan terbang ke Jakarta menggunakan pesawat Lion Air pukul 06.00. a�?Mau terbang ke Jakarta, untuk selanjutnya dikirim ke luar negeri,a�? kata Kombes Pol Prasetidjo.

Penyelundupan benih lobster ini, terlihat sangat profesional. Dari pantauan Lombok Post saat Ditreskrimsus Polda NTB menggelar hasil tangkapan di Kantor Balai Karantina Ikan, terlihat benih-benih lobster tersebut ditempatkan dalam tiga koper berukuran besar.

Dalam koper tersebut, berisi bungkusan plastik yang berisi oksigen, spons basah dan benih lobster. Selain itu, botol air mineral ukuran kecil yang berisi air laut yang telah dibekukan, juga ditempatkan oleh penyelundup di dalam koper. Tujuannya agar suhu didalam koper tetap dingin.

Dalam satu bungkusan plastik, berisi hingga 250 ekor benih lobster. Untuk total keseluruhannya, terdapat 174 bungkusan plastik di dalam tiga koper besar. a�?Betul terlihat profesional. Dari pengakuan kurir ini, mereka sudah melakukan penyelundupan sebanyak empat kali,a�? ujar Kombes Pol Prasetidjo.

Ia menambahkan, nilai jual lobster di luar negeri yang sangat tinggi, menjadi salah satu pemicunya. a�?Ini merupakan tangkapan besar. Satu benih lobster itu, pelaku mengaku membeli seharga Rp 20.000. Namun, jika dijual ke luar negeri, harganya bisa mencapai Rp 50.000 hingga Rp 100.000 untuk satu benih lobsternya. Jika kita ambil saja harga jual paling rendah, maka nilainya mencapai Rp 2,1 miliar lebih,a�? bebernya.

Dikatakan, saat ini pihaknya akan melakukan penyelidikan mengenai modus penjualannya. Penyelidikan akan dilakukan dan diurai dari hulunya. a�?Tidak menutup kemungkinan terlibat dengan jaringan internasional, karena tujuan pengirimannya ini ke luar negeri,a�? tandasnya.

Sementara itu Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Mataram Edi Yustanta mengatakan, benih-benih lobster yang rencananya akan diselundupkan menuju Vietnam kemungkinan besar berasal dari daerah Lombok Timur dan Lombok Tengah.

a�?Masih diselidiki, tapi memang Lombok Tengah dan Lombok Timur merupakan pusat penangkapan benih lobster,a�? ujarnya.

Untuk benih lobster sebanyak 43.500 yang berhasil diamankan ini, pihaknya akan melepas benih lobster ke laut. a�?Rencananya hari ini (kemarin siang), benih lobster akan kami lepaskan di Gili Meno yang merupakan kawasan konsevasi,a�? pungkasnya.

Selain itu, informasi yang dihimpun koran ini, diperoleh keterangan ketiga koper ini melenggang dengan bebas masuk ke dalam bandara, tanpa melalui pemeriksaan x-ray koper. Sehingga, patut diduga ada keterlibatan dari oknum bandara dengan para penyelundup.(cr-dit/r8)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost