Lombok Post
Selong

Pariwisata Pandanduri Terganjal Masalah Keamanan

KERJA: Suasana pengerjaan proyek Dam Pandanduri beberapa waktu lalu.

Dam Pandanduri, Lombok Timur (Lotim) yang belum sepenuhnya rampung mulai memberikan dampak positif. Kawasan ini mendadak menjadi obyek wisata baru. Hal ini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Sayangnya persoalan keamanan hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diurus.

***

SOREA�itu, sejumlah kendaraan terlihat lalu lalang di jalan utama yang mengelilingi Dam Pandanduri. Tak semuanya merupakan kendaraan masyarakat sekitar. Ini terlihat dari plat nomor kendaraan yang menempel pada mobil dan motor itu. Bahkan jika dihitung, kendaraan berkode luar Lotim jauh lebih banyak.

Mereka merupakan para wisatawan yang sengaja berkunjung ke kawasan dam terluas di Lombok itu. Tujuannya jelas, menikmati suasana area yang baru dibuka untuk umum sejak satu tahun belakangan. Sejak saat itu, arus wisatawan memang meningkat drastis.

Tujuan awal menjadi daerah penampungan air seolah berubah. Kini geliat wisata menjadi yang paling jelas terlihat. Pasalnya fungsi aslinya bendungan sebagai penampung dan penyalur air belum dimanfaatkan penuh. Wisatawan paling banyak terlihat di dekat area pintu air. Di sana mobil dan motor biasanya berjajar rapi.

a�?a��Soalnya bagus untuk foto-foto,a�? kata Alwi, salah seorang pengunjung asal Mataram.

Hal ini tentu saja berdampak pada perputaran roda ekonomi masyarakat sekitar. Layaknya pepatah dimana ada gula disitu ada semut. Hal ini berlaku untuk Pandanduri. Ada puluhan pedagang yang berjajar mencari hidup di lokasi itu.

Mereka membuat lapak-lapak semi permanen untuk menjual aneka barang dagangan. Paling banyak makanan dan minuman untuk para pengunjung. Namun disaat hari libur, pedagang baju hingga sepatu juga ada yang berjualan di Pandanduri.

Namun keramaian di sore hari itu tak berlangsung lama. Jelang terbenamnya matahari, para pengunjung seolah kompak meninggalkan lokasi. Pun demikian dengan para pedagang. Mereka pergi tanpa dikomando.

a�?a��Kalau malam masih gelap dan sepi, tak aman,a�? kata Rusmin seorang pedagang.

DalamA� catatan kepolisian, sejumlah kasus kriminalitas terjadi saat malam hari. Ada pemalakan, ada kebut-kebutan liar, ada juga yang menjadikan kawasan itu area jalan pintas untuk menyelundupkan sejumlah barang curian. Tercatat motor dan sapi menjadi hal yang pernah dicokok polisi di lokasi ini. Minuman keraspun juga pernah digrebek.

a�?a��Pengamanan kawasan itu menjadi PR (pekerjaan rumah, Red) yang harus kita atasi bersama,a�? kata Kapolsek Terara AKP I Komang Samia.

Secara khusus, tiga polsek yang berada di area itu Terara, Sikur, dan Sakra ditugasi melakukan patroli rutin di sekitar bendungan. Oleh Kapolres Lotim mereka diminta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan itu. a�?a��Ini sudah perintah pak kapolres,a�? pungkasnya. (wahyu)

Berita Lainnya

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost