Lombok Post
Sumbawa

Pemda Bergeming, SAMOTA Jalan Terus

pelebaran jalan

SUMBAWA – Pemerintah daerah (Pemda) Sumbawa memastikan jalur pembangunan jalan Teluk Saleh, Moyo, Tambora (SAMOTA) tetap sesuai dengan perencanaan awal. Kepastian itu ditegaskan pihak pemerintah daerah dalam menjawab permohonan dari pihak PT Ladang Arta Buana (PT LABU) yang meminta adanya perubahan jalur. Khususnya di jalur yang melintasi lahan milik PT LABU.

“Kita sudah menyerahkan surat resmi kepada PT LABU yang intinya menolak permohonan perubahan jalur yang diajukan PT LABU,” kata Kabag Aset Setda Sumbawa, Varian Bintoro kepada wartawan, kemarin.(11/8)

Diakui, di dalam rapat yang digelar akhir pekan kemarin, tim supervisi dari Pemda Sumbawa bersama semua pihak terkait lainnya termasuk pihak PT LABU juga telah dipaparkan program SAMOTA dengan sangat jelas. Termasuk tahap pelaksanaan proyek yang tengah berjalan saat ini.

“Dalam rapat Jum’at pekan kemarin pihak PT LABU sudah diberikan penjelasan. Termasuk permohonan mereka yang tidak bisa disetujui. Apalagi tahapan tersebut sebenarnya sudah lewat dan bahkan sekarang sedang dalam tahap pembayaran ganti rugi,” kata Varian.

Tidak hanya itu, di dalam surat yang diserahkan ke pihak PT LABU juga dijelaskan terkait biaya ganti rugi sekitar Rp 4,8 miliar yang akan dibayarkan pada PT LABU sebagai kompensasi lahan yang akan dilalui. Termasuk apabila pihak PT LABU bersikeras dengan tuntutannya, maka uang kompensasi tersebut akan dititipkan di pengadilan sambil menunggu keputusan tetap apabila pihak PT LABU membawa persoalan tersebut ke proses hukum.

“Kalau masalah nilai kompensasasi pada dasarnya mereka setuju dan sangat mendukung program SAMOTA. Hanya saja mereka minta ada perubahan jalur. Tapi kami sudah memberikan jawaban resmi. Dan mereka minta waktu untuk mengkomunikasikan hal itu kepada owner perusahaan di Jakarta.

“Kita sudah jadwalkan akan bertemu lagi pada 18 Agustus mendatang,” kata Varian.

Bagaimana dengan sejumlah warga lainnya di wilayah Ai Bari yang juga sempat menolak karena menganggap nilai kompensasi terlalu kecil ? “Sampai saat ini kami terus melakukan negosiasi sambil menyelesaikan proses pembayaran terhadap warga lainnya. Yang jelas semuanya sudah sesuai perhitungan. Apabila ada pihak yang tetap menolak, maka dana kompensasinya akan dititipkan di pengadilan,” katanya. (aen/r9)

Berita Lainnya

Mantan Kades Kemuning Diserahkan ke Lapas Mataram

Redaksi Lombok Post

HUT RI, Enam Napi Langsung Bebas

Redaksi Lombok Post

Sejumlah Taman Dibiarkan Terbengkalai

Redaksi Lombok Post

Petani Keluhkan Anjloknya Harga Garam

Redaksi Lombok Post

Jembatan Kananta Masuk Prioritas Provinsi

Redaksi Lombok Post

BUMDes Didorong Lahirkan Produk Unggulan

Redaksi Lombok Post

Anggota Dewan Terpilih Ditetapkan

Redaksi Lombok Post

Lakalantas di Jalur Baru, Tiga Orang Meninggal

Redaksi Lombok Post

Sejumlah Perda Bakal Direvisi

Redaksi Lombok Post