Lombok Post
Metropolis

Pramuka Itu hanya Seragam Coklat

EKSKUL WAJIB
EKSKUL WAJIB: Sebanyak 380 siswa kelas X SMAN 5 Mataram melakukan kemah di Taman Suranadi akhir semester genap lalu. Sebagai sekolah pilot project kurikulum 2013 maka wajib hukumya bagi siswa mengikuti ekskul wajib tersebut.

Meski pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib Kurikulum 2013, banyak sekolah belum menyiapkan diri. Pramuka seakan kegiatan masa lalu yang ketinggalan zaman. Para pelajar sekarang, lebih banyak pilihan kegiatan. Kebesaran nama pramuka kini hanya tersisa pada penamaan seragam coklat yang disebut seragam pramuka.

***

DALAM era globalisasi, siswa dituntut untuk dapat bersaing dalam segala hal. Sekarang teknologi juga lebih canggih. Siswa tidak perlu bersusah-payah berkomunikasi menggunakan morse atau semaphore seperti dalam pramuka. Kini sudah ada alat canggih handphone dengan segala fasilitasnya. Kegiatan bermain morse dan semaphore digantikan dengan permainan memecahkan misteri di games.

Perubahan zaman ini sangat berpengaruh pada kegiatan pramuka. Kini, jarang terlihat siswa mengenakan seragam pramuka lengkap dengan aksesorisnya seperti dasi, topi, tongkat, dan sebagainya. Mereka lebih senang dengan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang sifatnya modern seperti Japanes Club, English Club, fotografi, videografi, seni dan olahraga.Padahal di era 1990-an pramuka menjadi ekstrakurikuler favorit.

Kegiatan pramuka di sekolah semakin kurang diminati. Minat siswa terhadap pramuka semakin berkurang. Kebanyakan siswa yang ikut dalam kegiatan pramuka karena ikut-ikutan. Daya tarik pramuka sekarang sudah jauh melemah. Orang hanya meminatin kegiatan pramuka hanya pada saat tertentu. Misalnya pada saat kemah saja.

Kegiatan-kegiatan pramuka seperti berkemah, api unggun, naik gunung, dan sebagainya hanyalah dilakukan militer atau anak pecinta alam. Jarang ada lagi anggota pramuka yang mau melakukan kegiatan tersebut.

Pengamat pendidikan H Muhamad Natsir mengatakan, kegiatan pramuka yang menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah harusnya dipertajam. Siswa diberikan pemahaman terkait anggaran dasar dan anggaran rumah tangga pramuka, UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pramuka. Dikpora kabupaten/kota dan setiap satuan pendidikan dalam kegiatan pramuka harus melakukan kerja sama dengan kwartir kwarcab (Kwarcab), kwartir ranting (Kwartir) hingga dengan gugus depan (Gudep) yang ada di sekolah-sekolah.

a�?Koordinasi sekolah dengan kwarcab harus ditingkatkan,a�? katanya.

Menurutnya, kerja sama sekolah dengan kwarcab dilaksanakan hanya di beberapa sekolah dan belum maksimal. Pada intinya ruh pramuka ada pada kwarcab dan gugus depan yang ada di sekolah. SIswa jangan sekadar memakai seragam pramuka. Tapi harus memahami makna dan tujuan pramuka.

a�?Jangan sampai mengenakan seragam pramuka tapi tak tahu artinya,a�? sindir pria yang juga menjadi dosen Fakultas Hukum Unram ini.

Diungkapkan, dengan wadah pramuka akan terbangun pemuda berkarakter, jujur, setia, dan taat. Pemerintah menjadikan pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib untuk mengurangi banyaknya tawuran di kalangan pemuda. Di samping itu, akan memiliki moralitas tinggi.

Selain itu, pramuka pada Kurikulum 2013 masuk dalam proses pembelajaran karena sifatnya wajib. Guru yang menjadi pembina pramuka bisa dihitung dalam jam mengajar untuk memenuhi jam sertifikasinya.

Natsir meminta ekstrakurikuler wajib pramuka pada Kurikulum 2013 yang digalakkan di era Mendikbud M Nuh bisa dilanjutkan Mendikbud yang baru Anies Baswedan untuk kepentingan bangsa. Pramuka sendiri suatu kegiatan yang memiliki metode mendidik anak bangsa. Siswa yang tergabung dalam kegiatan pramuka akan melaksanakan kegiatan positif dan menghindari hal negatif seperti memakai narkoba.

Menurutnya kegiatan pramuka tidak akan terkikis dengan zaman. Karena pramuka sendiri berangkat dengan kegiatan sosial. Masuk zaman apapun pramuka tetap sosial.A�a�?Pramuka juga mengajarkan teknologi,a�? katanya.

Kakwarda NTB H Rosiady Sayuti mengatakan, Kemendikbud konsisten melaksanakan pramuka yang menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah. Namun di tingkat kabupaten/kota yang masih belum maksimal. Oleh sebab itu, kegiatan pramuka harusnya ada SK dari wali kota/bupati sebagai ekstrakurikuler wajib.

a�?SK dari wali kota/bupati terkait ekstrakurikuler wajib pramuka yang belum ada,a�? ujarnya.

Kwarda NTB akan mencoba mengupayakan ada SK wali kota/bupati dalam pramuka. Mengingat kegiatan ini membentuk karakter anak. Selain itu Rosiady meminta ada peningkatan kualitas pembina dan pelatih di kwartir cabang. Kualitas pembina dan pelatih meningkatkan kualitas anak didik dalam pramuka.

Ia melihat pramuka kurang berdaya tawar di satuan pendidikan karena kepala sekolah yang tidak paham tentang pramuka. Mereka tidak mengimbau siswa melaksanakan pramuka meski sudah menjadi ekstrakurikuler wajib.

a�?Perkuat karakter harus kita lakukan melalui kepala sekolah,a�? katanya.

Ia berharap peraturan Mendikbud yang menjadikan ekstrakurikulerA�wajib bisa ditindaklanjuti dengan SK wali kota/bupati.

a�?Sekolah semua jenjang ini masih dibawah kabupaten/kota. Bukan milik provinsi. Maka dari itu ada SK dari wali kota/bupati,a�? ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, sekolah favorit di jantung Kota Mataram pun jarang melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler pramuka secara rutin. Kegiatan pramuka aktif di sekolah pelosok dan madrasah swasta.

a�?Di sekolah jantung kota dan favorit kegiatan pramuka tak bergeming,a�? akunya.

Kepala SMPN 1 Mataram Jupni mengatakan, untuk ekstrakurikuler parmuka di sekolah diajarkan bela negara dan memahami NKRI. Di sana mereka digembleng oleh pembina pramuka.

a�?Kami punya delapan pembina pramuka di sekolah yang latihannya dilaksanakan tiap pekan,a�? katanya.

Dikauinya, siswa di sekolah maunya serba instan dalam kehidupan sehari-hari. Namun dengan kegiatan pramuka akan membentuk karakter mereka. Misalnya saat berkemah di lembah yang tidak ada akses komunikasi.

Menurutnya pramuka akan menyiapkan kemandirian, mampu bersaing dengan menjadi pemenang. Dengan pramuka siswa akan tahu potensi diri dan bisa mengembangkan apa yang di sekitarnya. Anak yang ikut pramuka dengan tidak akan terlihat berbeda. Biasanya anak yang ikut pramuka akan berpakaian rapi, menjaga lingkungan sekolah dan sebagian besar menjadi ketua kelas.

Kepala SMAN 5 Mataram Abdurrosyidin mengatakan, sebagai sekolah pilot project Kurikulum 2013 semua siswa harus mengikuti pramuka. Untuk memantapkan Kurikulum 2013 dalam ekstrakurikuler wajib pramuka, sekolah berlokasi di Jalan Udayana ini melaksanakan kemah akhir tahun lalu.

a�?Ini salah satu pembelajaran Kurikulum 2013 yang kami terapkan pada siswa kelas X,a�? katanya.

Untuk memenuhi Kurikulum 2013, khususnya pengembangan diri, pramuka wajib diikuti semua siswa kelas X. Rosyidin menginginkan kegiatan pramuka harus aktif di SMAN 5 Mataram. Pramuka tidak eksklusif. Siapapun bisa menjadi anggota pramuka karena ini adalah salah satu bentuk atau wadah yang mencetak karakter dan akhlak baik generasi muda.

a�?Kalau kita laksanakan 10 Dasa Dharma Pramuka, Insya Allah akan terwujud generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan intelektual dan akhlak yang baika�?, katanya.

Di Lombok Timur, kondisi pramuka juga tidak jauh berbeda dengan Kota Mataram. Mati suri. Banyak siswa yang berminat, tapi kekurangan pembina.

a�?Kalau tak ada yang mengajar, ya tak jalan juga,a�? kata H Gufranuddin, Ketua Kwarcab Pramuka Lotim.

Di Lombok Timur, gerakan Pramuka mulai bangkit. Jumlah kepesertaan dalam tiga tahun belakangan terus naik. Hitung-hitungan yang ada menunjukkan diperlukan sedikitnya 3.000 pembina. a�?Kita baru punya 800 saja,a�? jawabnya.

Karena itu, kursus untuk mencetak pembina-pembina baru terus diadakan, dalam satu tahun bisa dua hingga tiga kali. Tak hanya mencetak pembina baru, kwarcab juga melakukan upgrade level pembina dari level awal menjadi lanjutan. Di tangan merekalah, peningkatan mutu pramuka secara keseluruhan diamanatkan. Para pembina diwajibkan mengadakan kegiatan-kegiatan kepramukaan untuk mengasah mental dan kepribadian para anggota pramuka.

Kendala lain bukannya tak ada. Menurut Gufran, dana menjadi hal klasik yang juga dihadapi pramuka. Tahun ini mereka hanya menerima dana Rp 200 juta, itupun diambil dari bantuan sosial kabupaten. Dari dana ala kadar itulah program disusun, termasuk untuk pelatihan pembina. Kendati tak maksimal, harus tetap dijalankan sebaik mungkin. Tak jarang mereka harus swadaya untuk berkegiatan.

a�?Tak jarang pengurus patungan untuk beli ini itu, bahkan sering juga siswa urunan untuk beragam keperluan,a�? katanya

Kabar menggembirakan datang dari Lombok Utara.Eksistensi pramuka masih sangat kuat.

a�?Di semua sekolah mulai SD, SMP hingga SMA, pramuka masih memiliki anggota,a�? ujar Wakil Ketua Bidang Kehumasan Kwarcab Lombok Utara Muhibin.

Menurut Muhibin, siswa memang tidak diwajibkan untuk menjadi anggota pramuka. Namun pihaknya menitikberatkan agar siswa mengenal lebih dekat apa itu pramuka.

a�?Anggota pramuka di Lombok Utara rata-rata per sekolah 50 orang,a�? ungkapnya.

Pramuka di Lombok Tengah mulai bangkit. Ini setelah mereka ditunjuk menjadi tuan rumah perkemahan pramuka tingkat nasional. Kegiatan ini akan digelar di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara (BKU) atau tepatnya di lahan holtipark.

a�?Ada enam negara yang hadir dalam kemah pramuka tingkat nasional ini,a�? kata Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Lombok Tengah HL Rasyidi.

Bagi Rasyidi, ditunjuknya Gumi Tatas Tuhu Trasna sebagai pusat kegiatan kemah pramuka tingkat nasional, secara tidak langsung dapat menarik kunjungan wisatawan lokal, nusantara dan asing. Sehingga, menjadi tugas dinas atau instansi terkait untuk mempromosikan kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki daerah.

a�?Saat ini, kita bekerjasama dengan Dikpora dan Kementerian Agama (Kemenag) mendata gerakan pramuka sekolah, yang aktif maupun tidak aktif,a�? ujarnya. (jay/yuk/puj/dss/fat/r7)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost