Lombok Post
Headline Metropolis

Tak Capai Target, Dirut BUMD Dicopot Di Mataram

H Manggaukang Raba

MATARAM – Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi NTB pun tak akan segan menindak tegas pejabat yang tidak produktif dan cenderung menjadi beban keuangan daerah.

a�?Bagi BUMD yang tidak produktif, sanksi pasti ada. Saya pernah berhentikan Dirut BUMD di salah satu daerah. Jadi tidak main-main,a�? tegas Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Perekonomian NTB H Manggaukang Raba kepada Lombok Post.

Sebagai pemegang saham, lanjutnya, pemprov memiliki kewenangan bertindak tegas. Tujuannya, untuk memaksimalkan kinerja BUMD agar benar-benar memberi sumbangsih maksimal bagi kemajuan daerah.
Manggaukang mengaku, saat ini pihaknya juga sudah mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja sejumlah BUMD. Beberapa kali pertemuan dilakukan, untuk membahas upaya mencapai target pendapatan.

a�?Saya mendorong beberapa perubahan di setiap BUMD sekalipun ada yang bilang sudah biasa begini dan begitu,a�? katanya. Menurut dia, ada yang sempat bilang bahwa selama ini tidak pernah ada evaluasi. a�?Saya tegaskan saja, saya gak tahu biasa,a�? kata Manggaukang.

Evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan berplat merah ini juga ramai disuarakan legislatif pada beberapa kali sidang paripurna. Badan Anggaran DPRD NTB sendiri, sebelumnya, menilai kinerja BUMD masih jauh dari ekspektasi publik.

Dalam rangka percepatan, dewan menekankan perlu evaluasi menyeluruh atas kinerja BUMD. Ini untuk mendapat gambaran utuh terhadap keberadaan BUMD dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Evaluasi ini sekaligus sebagai alat mencari terobosan baru demi memperkuat basis usaha BUMD yang potensial untuk didukung dan dikembangkan.

Tidak hanya melakukan evaluasi, Manggaukang mengaku sudah meminta seluruh BUMD, terkecuali PT DMB untuk meningkatkan target pendapatannya. a�?Jadi, kalau nanti target itu tidak tercapai atau jauh dari yang diharapkan,a�? tegasnya.

Ia mencontohkan, target pendapatan dari BPR yang sebelumnya hanya Rp 6 miliar lebih, kini ditingkatkan menjadi Rp 8 miliar. Agar tecapainya target tersebut, lanjut Manggaukang, pemprov sudah memanggil seluruh kabag ekonomi dari masing-masing kabupaten/kota, seluruh direksi, hingga dewan pengawas.

a�?Saya buat acara dua hari dan kumpulkan semua pihak yang terkait,a�? lanjutnya.
Demikian juga untuk PT Gerbang NTB Emas. Manggaukang mengaku sudah melakukan evaluasi. Ia meminta perusahaan untuk lebih fokus pada salah satu jenis usaha yang paling menjanjikan. a�?Saya minta merika fokus ke beton saja. Gak usah yang macam-macam,a�? imbuhnya.

Sementara, terhadap PT Jamkrida NTB Bersaing, pemprov juga mengevaluasi beberapa hal yang menjadi penyebab BUMD ini mengalami kerugian selama tiga tahun berturut-turut. Dari evaluasi itu, Manggaukang mengklaim sudah ada perbaikan. Sampai Juni ini, perusahaan terkait sudah untung Rp 500 juta lebih.

a�?Ternyata selama ini, persoalannya di manajemen. Komunikasi masih kurang dengan Bank NTB maupun dengan dinas-dinas terkait,a�? katnaya. Itu sebabnya, saya meminta pembinanya yaitu kabag saya ngantor di sana. Jadi kok sekarang,a�? bebernya.

Ia optimistis dengan upaya pembenahan sejauh ini, akan menunjukkan hasil yang jauh lebih baik. Pada tahun buku 2015, Manggaukang yakin capaian keuntungan atau dividen setiap BUMD akan mengalami kenaikan. (uki/r12)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost