Lombok Post
Headline Praya

Warga Didamaikan, Hukum Tetap Jalan

MEDIASI
MEDIASI: Polres Lombok Tengah saat memediasi warga dua desa terkait kasus hiburan malam berujung maut di Desa Sengkerang.

PRAYA – Kapolres Lombok Tengah (Loteng) AKBP Nurodin SIK mengajak warga menyelesaikan kasus hiburan malam di Desa Sengkerang Praya Timur, dengan kepala dingin. Bukan melalui aksi-aksi di luar hukum.

a�?Saya yakin warga Desa Sengkerang, Semoyang dan Desa Batu Nampar, Lotim pasti ada ikatan keturunan keluarga. Jadi, mari kita selesaikan setiap masalah dengan cara damai,a�? kata Nurodin, kemarin saat memediasi warga desa di ruang Reskrim Polres.

Namun, lanjut Nurodin perdamaian itu, tidak lantas menyelesaikan kasus hukum yang ditangani Polres. Terhadap para pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan, proses hukum tetap berlanjut.

a�?Ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar, menyerukan kepada mereka yang menyiapkan hiburan malam untuk menghindari minuman keras,a�? ujarnya.

Hal senada dikatakan Camat Praya Timur, Lalu Muliardi. Menurutnya, berita acara perdamaian tiga desa, harus dijalankan dan disosialisasikan kepada masyarakat luas.

a�?Tolong apa yang menjadi keputusan kita ini, disampaikan ke masing-masing warga,a�? serunya.

Dikatakannya, kasus yang terjadi di Desa Sengkerang menjadi pelajaran bagi desa-desa lainnya di Loteng. Khususnya, menyangkut hiburan malam.

a�?Kalau ada warga yang membuat acara hiburan malam, maka sebaiknya mengurus izin ke Polsek, Polres dan jangan lupa ke pemerintah kecamatan,a�? ujarnya.

Hiburan malam di Desa Sengkerang sendiri, lanjut Muliardi dilaksanakan tanpa ada koordinasi dengan pemerintah kecamatan. a�?Saya malah baru tahu persoalan di Desa Sengkerang, setelah mendengar informasi ada keributan para pemuda,a�? katanya.

Hal yang sama disampaikan tokoh pemuda di kecamatan Praya Timur, Hamzanwadi. Dia berharap mediasi tiga desa yang dimaksud dapat dijadikan pegangan bagi seluruh warga.

a�?Yang lebih penting lagi, kita percayakan kepada polisi untuk menyelesaikan persoalan ini sampai tuntas. Bukan kita yang menghakimi dan menghukum,a�? serunya.

Seperti diberitakan sebelumnya kasus ini sendiri terjadi, pada sebuah acara hiburan malam di Desa Sengkerang, Praya, Minggu (9/8) lalu. Korban diduga sempat bersenggolan dengan pemuda setempat. Hal ini kemudian menyulut pertikaian. Korban sempat lari dari kejaran para pelaku dan diselamatkan salah seorang warga desa setempat.

Sayangnya, persembunyian terbongkar. Korban kembali melarikan diri menuju rumah di Semoyang. Tapi, di tengah perjalanan korban ditemukan terkapar.

Korban mengalami dua luka tusuk bagian punggung, satu luka tusuk bagian leher. Empat tebasan bagian tangan kiri dan kanan serta luka benda tumpul di bagian kepala. Korban menghembuskan nafas terakhir, saat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya. (dss/r14)

Berita Lainnya

Rusunawa Nelayan Terkendala Lahan

Redaksi LombokPost

Panel Limit, Risha Krodit

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

Maulid, Momentum Jaga Persatuan Umat

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post