Lombok Post
Headline Sportivo

Modal Hadapi Rival

SUMBANG GOL: Gelandang Manchester City Yaya Toure (kanan) merayakan golnya bersama Bacary Sagna usai membobol gawang West Bromwich Albion di The Hawthorns, kemarin (11/8).

WEST BROMWICH – Manchester City memang mencatat hasil yang kurang mengesankan selama pramusim. Selama enam kali laga uji coba jelang bergulirnya musim 2015-2016, City hanya mampu meraih dua kemenangan dan menderita dua kekalahan. Namun, City membuktikan bahwa hasil pramusim tak bisa dijadikan acuan. Buktinya, saat tim raksasa lainnya tersendat atau hanya mencatat kemenangan tipis, The Sky Blues -julukan City- langsung tancap gas di pekan perdana. Mereka menggilas West Bromwich Albion (WBA) dengan skor telak 3-0 (2-0) di The Hawthorns kemarin (11/8).

Yaya Toure yang sempat diisukan bakal hengkang ke Inter Milan menjadi bintang dalam laga yang disaksikan sekitar 25 ribu pasang mata tersebut. Pemain timnas Pantai Gading itu mencetak dua dari tiga gol kemenangan City. Masing-masing pada menit kesembilan dan 24. Dua gol ini semakin menegaskan bahwa gawang WBA adalah lumbung gol Yaya. Pasalnya, dalam tiga laga terakhir di ajang Premier League, Yaya sudah mencetak lima gol ke gawang WBA. Satu gol lainnya diceploskan melalui sundulan Vincent Kompany pada menit ke-59. Bagi Kompany, gol ke gawang WBA kemarin sekaligus mengakhiri paceklik panjangnya. Sebab, dalam 25 laga di Premier League musim lalu, bek timnas Belgia ini tak pernah mencetak gol.

Manuel Pellegrini selaku arsitek City merasa bangga dengan kemenangan yang diraih Kompany dkk. Kemenangan itu, menurut manajer asal Cile tersebut, merupakan modal penting sebelum mereka menjamu Chelsea di Etihad Minggu mendatang (16/8).

“Saya pikir, tim ini memang hanya fokus untuk satu pertandingan saja. Kami memenangkan laga melawan WBA. Besok (hari ini) kami akan mulai memikirkan Chelsea yang akan menjadi lawan kami berikutnya,” kata Pellegrini kepada Sky Sports.

Pellegrini secara khusus memberikan apresiasi kepada Yaya Toure. Menurutnya, di usia yang sudah 32 tahun, Yaya masih bisa menyuguhkan kemampuan terbaik. “Saya selalu mengatakan bahwa musim lalu adalah sebuah musim yang asing bagi Yaya. Dia memulainya dengan banyak masalah. Seperti kematian saudaranya yang sekaligus agennya. Saya kira dia tidak fokus atas apa yang dilakukannya sepanjang musim lalu,” beber Pellegrini kepada Reuters.

“Yaya seorang pemain penting bagi kami. Sulit bagi seorang pemain untuk tampil bagus, ketika dia menghadapi banyak masalah,” timpalnya.

Yaya sendiri mengakui, bahwa dua gol yang dilesakkan ke gawang WBA kemarin (11/8) adalah jawaban atas kritik yang dialamatkan kepada dirinya sepanjang musim lalu. “Saya tahu apa yang harus saya perbuat. Saya tak peduli apa yang orang katakan tentang penampilanku. Saya tidak comeback, tapi saya memang selalu ada di lapangan,” papar Yaya kepada Mirror.

“Ini soal tim. WBA memiliki pemain dan manajer yang hebat. Salut buat seluruh tim. Kami meraih kemenangan, karena kami bermain dengan gaya kami sendiri,” tandasnya.

City memang menorehkan start sempurna. Sebab, selain meraih kemenangan besar di kandang lawan, mereka juga mencatat penguasaan bola serta jumlah umpan terbanyak dari seluruh kontestan Premier League. Total, City kemarin melepaskan 692 umpan, atau 211 lebih banyak dari tim lainnya. Fakta inilah yang membuat Kompany dkk lebih percaya diri menghadapi Chelsea akhir pekan ini.

“Itu (melawan Chelsea) akan menjadi laga besar di awal musim. Saya percaya hasil laga tersebut akan berpengaruh pada persaingan musim ini,” kata Kompany kepada situs resmi klub.

“Kami ingin membuktikan sesuatu. Musim lalu kami tampil di bawah standar. Jika Anda menyaksikan sesi latihan yang kami lakukan pekan lalu, Anda akan melihat bahwa ini adalah tim dengan intensitas tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, manajer WBA Tony Pulis hanya bisa meratapi kekalahan timnya. Pulis memang tak menyangka kalau WBA bakal menelan kekalahan yang begitu telak. Pasalnya, dalam lima laga terakhir di ajang pramusim, mereka sukses menorehkan lima kemenangan beruntun.

“Saya bertanggung jawab atas cara kami bermain malam ini (kemarin, red),” kata Pulis. “Fakta bahwa kami memiliki Saido (Berahino) dan Rickie (Lambert), yang berduet dengan baik, membuat kami tidak bisa melakukan apa yang seharusnya kami lakukan. Tapi, saya tegaskan bahwa saya mengambil tanggung jawab penuh,” tandasnya.

Pelatih 57 tahun ini tetap bangga dengan penampilan anak asuhnya. Sebab, WBA memang sempat memiliki sejumlah peluang.

“Saya mungkin akan menerapkan strategi yang berbeda jika kembali bertemu City. Inilah dunia pelatih. Ada beberapa hal yang harus dipertahankan dan sejumlah prinsip yang harus diabaikan demi meraih hasil maksimal,” ujarnya. (bas/r10)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost