Lombok Post
Tanjung

Dapat Rp 1,6 M, Tanjung Garap Proyek Fisik dan Bantu Kegiatan Pemuda

REHAB KANTOR: Anggaran yang didapat desa juga digunakan untuk memperbaiki kantor desa.

Proyek fisik masih menjadi prioritas pemanfaatan Alokasi Dana Desa dari APBD dan Dana Desa dari APBN. Namun, di Tanjung, dana Rp 1,6 miliar yang akan diterima tahun ini akan diupayakan seimbang untuk proyek fisik dan non fisik.

*****

BEGITU dana termin pertama cair, Desa Tanjung memang mulai berkemas. Pemerintah desa setempat tak ingin kehilangan banyak waktu.

Saat ini Tanjung telah menjalankan program pembenahan fisik dengan menggunakan tiga sumber anggaran. a�?Memang ini terlambat karena adanya perubahan regulasi di tingkat pusat.

Tapi sekarang dana sudah cair. Jadi kami sudah mulai bekerja,a�? ujar Kepala Desa Tanjung Budiawan pada koran ini kemarin (12/8).

Untuk Desa Tanjung sendiri, pada 2015 ini mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 1,6 miliar lebih. Dana ini bersumber dari ADD (APBD) sebesar Rp 1,52 miliar, DD (APBN) sebesar Rp 366 juta, dan bagi hasil pajak dan retribusi sebesar Rp 91 juta.

Dengan dana tersebut, desa kata dia, masih menitikberatkan penggunaannya untuk pembenahan fisik untuk 12 dusun dan nonfisik seperti pengembangan kapasitas kelompok masyarakat mulai dari nelayan, kelompok tani, kelompok ternak, usaha kecil menengah, dan peningkatan kapasitas perangkat desa.

Untuk termin pertama, Desa Tanjung mendapatkan anggaran sebesar Rp 506 juta dari APBD dan Rp 146 juta dari APBN.

Dana ini pun sudah mulai dibelanjakan untuk mengerjakan beberapa perbaikan fisik seperti rabat jalan, pembangunan talud, perbaikan jembatan, rehab kantor desa, dan normalisasi drainase. a�?Peningkatan sarana prasarana masih menjadi prioritas,a�? katanya.

Dijelaskannya, beberapa dusun yang ada di Desa Tanjung memang masih sangat membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana. Seperti rabat jalan yang menyasar wilayah Lading-Lading dan dusun Gubuk Baru.

a�?Pelaksanaan seluruh program dan apa yang menjadi skala prioritas sudah dibahas melalui musyawarah desa kemudian dituangkan dalam RAB,a�? katanya.

Sedangkan untuk pengembangan non fisik, Budiawan menjelaskan dilakukan melalui dana sosial kemasyarakatan dan pemuda.

Desa di sini menganggarkan kepada organisasi pemuda yang ada di 12 dusun. a�?Bidang non fisik kita berikan bantuan untuk melaksanakan kegiatan,a�? cetusnya. (bersambung/r12)

Berita Lainnya

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost

PAD Diperkirakan Sudah Tembus Rp 3 Miliar

Redaksi LombokPost

Dikpora Pertanyakan Juklak dan Juknis

Redaksi LombokPost

Warga Sekitar Tambang Khawatirkan Longsor

Redaksi LombokPost

Disbudpar dan Warga Gili Meno Gelar Mandi Safar

Redaksi LombokPost